Jumat
23 Oktober 2026 | 12 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Hentikan Aksi Persekusi!

pdip-jatim-jokowi-di-UMM

MALANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, persekusi sangat berlawanan dengan asas-asas hukum negara. Karena itu, dia telah memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas pelaku persekusi.

“Tidak boleh hal-hal seperti itu dibiarkan,” kata Jokowi kepada wartawan, di kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (3/6/2017).

Dia menegaskan, perorangan, kelompok-kelompok, maupun organisasi apapun, tidak boleh main hakim sendiri. Terlebih lagi bila mengatasnamakan penegakan hukum.

“Tidak ada, tidak boleh dan tidak ada. Kita bisa menjadi negara barbar kalau hal seperti ini dibiarkan,” ucapnya.

Oleh karena itu, Jokowi minta kepada siapapun, baik individu, kelompok maupun organisasi masyarakat dari kelompok manapun untuk segera menghentikan aksi persekusi.

“Hentikan dan semuanya serahkan persoalan-persoalan yang akan datang itu kepada aparat hukum, kepada kepolisian,” tegas Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini ke Malang untuk menghadiri Kajian Ramadan 1438 Hijriyah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Hall Dome UMM.

Dalam kesempatan menyampaikan sambutan, Jokowi juga menyinggung masalah dugaan kebangkitan komunisme. Dia mempertanyakan isu-isu bahwa PKI dan komunis bangkit.

“Di mana? Karena jelas, sudah jelas di konstitusi kita jelas, ada TAP MPR-nya jelas bahwa PKI, bahwa komunisme itu dilarang di negara kita Indonesia,” tegasnya.

Kalau ada, Jokowi minta ditunjukkan. “Tunjukkan kepada saya. Saya akan gebuk detik itu juga. Payung hukumnya jelas kok, sudah dilarang kok,” ucapnya.

Presiden Jokowi juga menolak tudingan seolah-olah dirinya melindungi oknum PKI, dan mengaitkan dirinya dengan PKI. “Pada saat PKI dibubarkan umur saya baru 3 (tiga) tahun. Karena enggak logis, ditarik orang tua saya,” ungkap Jokowi.

Menurutnya, sekarang gampang mengeceknya. PP Muhammadiyah juga punya, di Solo ada. “Dicek saja orang tua kita, Bapak/Ibu kita tinggal di mana, tinggal di kampung mana, tinggal di desa mana. Kakek-nenek juga bisa dicek di desa mana, di kampung mana. Sangat mudah sekali dalam era keterbukaan seperti ini,” tuturnya.

Dia mengaku sebetulnya malas menanggapi soal itu. Namun, ujarnya, sekarang ada kesempatan dirinya menyampaikan hal tersebut.

Terkait berita-berita di media sosial, Jokowi mengingatkan, semua orang bisa membuat berita. “Sekarang ini kan berita yang tidak terverifikasi gampang sekali dibuat,” tuturnya.

Hadir di acara tersebut, Mendikbud Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Gubernur Jatim Soekarwo, dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsudin. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Kebakaran TPA Supit Urang, Kader PDIP Kota Malang Salurkan Masker dan Air Minum

Kader PDI Perjuangan Kota Malang menyalurkan masker bagi warga dan air minum untuk petugas pemadam kebakaran di ...
LEGISLATIF

Reses Fery Sudarsono, Warga Curhat Soal PJU hingga Nasib BKK Desa

MADIUN – Minimnya penerangan jalan umum (PJU), persoalan infrastruktur, hingga ketergantungan desa terhadap Bantuan ...
KRONIK

Kisruh Poktan Maju Makmur, Candra Dorong Regenerasi Kepengurusan Sesuai Mekanisme

JEMBER – Penetapan kepengurusan Kelompok Tani Maju Makmur di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menjadi salah satu ...
KRONIK

Dorong Ekonomi Berbasis Masjid, Banyuwangi Latih 150 Takmir Kembangkan Masjid Affiliate

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong masjid menjadi pusat pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...
UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...