Joko Suyono Terima Keluhan soal Kelangkaan Pupuk di 4 Kecamatan

 119 pembaca

MAGETAN – Kelangkaan pupuk masih saja menjadi masalah di musim tanam. Persoalan tersebut disampaikan sejumlah petani dari 4 kecamatan di Kabupaten Magetan kepada anggota DPRD Magetan, Joko Suyono.

Keluhan para petani disampaikan kepada Joko Suyono di sela acara sosialisasi peraturan daerah, Rabu (1/12/2021). “Petani di Kecamatan Karas, Karangrejo, Kartoharjo, dan Kecamatan Barat kesulitan mendapatkan pupuk bersubdi. Yang ada pupuk non subsidi, itu pun mahal,” ungkap Joko Suyono.

Menurut wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini, kelangkaan pupuk bersubsidi menjadi masalah yang masih saja terus berulang setiap musim tanam tiba. Fakta di lapangan, beber Joko Suyono, pupuk bersubsidi dijual dengan harga non subsidi. Dan ada juga pupuk subsidi bisa bergerak ke luar daerah yang bukan area distribusinya.

“Masalah ini berlarut-larut dan menjadi momok petani. Pupuk bisa tiba-tiba sulit didapatkan. Begitu ada, harganya mahal,” tambahnya.

Karena itu, kepada para petani, Joko Suyono menegaskan pihaknya akan mendorong pemkab melalui bupati untuk menata alokasi pupuk setiap bulannya dan dituangkan dalam perbup. Hal tersebut untuk memastikan persebaran dan pemerataan pupuk sehingga tepat sasaran.

“Kita juga akan awasi agar verifikasi dan validasi data petaninya bisa lebih cepat,” tambah Joko Suyono.

Joko Suyono menjelaskan, kuota pupuk subsidi memang dikurangi. Tetapi, kata dia, tak kalah penting adalah kontrol pendistribusian pupuk subsidi yang harus terus menerus dilakukan. Soal ini, dia meminta pemda bisa bekerja sama dengan pihak kodim dan polres.

“Dan ini (kerja sama dengan TNI/Polri) pernah dilakukan tahun 2017 lalu. Karena memang diduga banyak oknum bermain dalam pendistribusian pupuk,” katanya. “Pemkab Magetan jangan diam dan seakan-akan tidak ada masalah pupuk,” pungkasnya. (rud/hs)