BLITAR – Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Lot 3 di Kabupaten Blitar yang menghubungkan Desa Serang dan Desa Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, kini memasuki tahap akhir pengerjaan.
Ruas jalan strategis sepanjang 4,375 kilometer tersebut ditargetkan rampung dan dapat digunakan masyarakat secara penuh pada 16 Februari 2026.
Bupati Blitar Rijanto mengatakan progres pembangunan JLS Lot 3 menunjukkan hasil yang sangat baik. Menurutnya, secara fisik jalur tersebut telah tersambung dan saat ini hanya menyisakan penyempurnaan akhir.
“Progresnya sudah sangat memuaskan dan tinggal tahap finishing saja sebelum benar-benar siap digunakan masyarakat,” ujar Rijanto dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
Dia menegaskan, Jalur Lintas Selatan merupakan proyek jangka panjang yang memiliki nilai strategis bagi wilayah selatan Jawa, termasuk Kabupaten Blitar.

Bupati yang juga politisi PDI Perjuangan ini menyebut, JLS merupakan gagasan besar yang dicetuskan oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, untuk membuka keterisolasian kawasan selatan.
“Sejak awal, JLS memang dirancang sebagai jalur pembuka akses wilayah selatan. Gagasan ini dicetuskan Ibu Megawati agar kawasan pesisir selatan bisa tumbuh dan sejajar dengan wilayah lainnya,” tuturnya.
Menurut Rijanto, keberadaan JLS di Blitar kini mulai menunjukkan dampak nyata, khususnya bagi pergerakan ekonomi dan pariwisata masyarakat pesisir.
“JLS ini diharapkan menjadi pembangkit utama pertumbuhan ekonomi Blitar Selatan. Akses yang semakin terbuka membuat potensi daerah, mulai dari pariwisata hingga UMKM, bisa berkembang lebih pesat,” jelas dia.
Pembangunan JLS di Kabupaten Blitar, lanjut Rijanto, tidak berhenti pada Lot 3. Pada tahun 2026, pemerintah berencana melanjutkan pembangunan ke ruas berikutnya, termasuk Lot 3A sepanjang sekitar 7,5 kilometer serta trase penghubung Sumbersih menuju Ringinrejo.
“Insya Allah sekitar Juni 2026 pembangunan akan dilanjutkan lagi. Harapan kami, jalur ini bisa terus tersambung hingga Malang di sisi timur serta Tulungagung dan Trenggalek di sisi barat,” ucapnya.

Rijanto juga menilai, JLS kini tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antarwilayah, tetapi telah berkembang menjadi daya tarik wisata tersendiri.
“JLS ini bukan sekadar jalur menuju wisata, tetapi sudah menjadi tujuan wisata. Pantai-pantai yang dulu sulit dijangkau sekarang terbuka aksesnya,” jelasnya.
Diketahui, total panjang Jalur Lintas Selatan yang melintasi wilayah Kabupaten Blitar mencapai sekitar 62 kilometer.
Hingga kini, sekitar dua pertiga ruas telah selesai dibangun dan membentang di sepanjang pesisir Samudwra Hindia, melewati pantai-pantai unggulan seperti Serang, Pangi, Peh Pulo, Pudak, Tambakrejo, hingga Gayasan.
Dengan terus berlanjutnya pembangunan JLS, Pemerintah Kabupaten Blitar optimistis konektivitas wilayah selatan semakin kuat dan mampu mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










