KEDIRI – Senja Ramadan perlahan turun di Kota Kediri, Kamis (26/2/2026). Lalu lintas di sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) masih ramai ketika waktu berbuka puasa kian mendekat.
Di tengah hiruk pikuk kendaraan yang bergegas pulang, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Pulung Agustanto, tampak berdiri di tepi jalan, menyapa para pengendara satu per satu.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VI (Kediri, Tulungagung, dan Blitar) itu turun langsung membagikan paket takjil dan makanan berbuka puasa kepada masyarakat.
Bersama relawan, ia menyusuri bahu jalan menjelang kumandang azan Magrib, menyerahkan paket berbuka kepada pengendara motor, pengemudi mobil, hingga para pekerja yang masih berada di perjalanan.
Lokasi TMP Kota Kediri dipilih karena menjadi salah satu titik lalu lintas terpadat saat sore hari. Banyak warga yang belum sempat tiba di rumah ketika waktu berbuka datang, sehingga bantuan makanan ringan dinilai dapat membantu mereka melepas lapar di perjalanan.
Dengan senyum ramah, Pulung terlihat berbincang singkat dengan warga yang menerima takjil. Baginya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat.

“Ramadan mengajarkan kita arti kepedulian dan berbagi. Kami ingin sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang mungkin tidak sempat berbuka di rumah karena masih bekerja atau di perjalanan,” ujarnya di sela kegiatan.
Lebih dari sekadar berbagi makanan, momen itu juga dimanfaatkan Pulung untuk mendengar langsung cerita dan aspirasi masyarakat. Interaksi sederhana di pinggir jalan, menurutnya, menjadi cara menjaga kedekatan dengan konstituen yang diwakilinya di Senayan.
Ia berharap semangat berbagi selama Ramadan dapat menular dan menggerakkan lebih banyak pihak untuk saling membantu, terutama kepada mereka yang masih berjuang mencari nafkah hingga menjelang waktu berbuka.
Kehadiran Pulung di tengah jalan raya sore itu pun mendapat respons positif dari warga. Salah seorang pengendara motor mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi aksi tersebut.
“Cukup kaget Mas, karena jarang-jarang ada pejabat yang mau panas-panasan bagi takjil langsung seperti ini. Tadi saya kira siapa. Kami jadi merasa diperhatikan,” ungkapnya.
Di tengah kesibukan kota menjelang berbuka, aksi sederhana itu menghadirkan suasana hangat—bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang berbagi dan mendekatkan diri dengan sesama. (putera/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











