Sabtu
12 September 2026 | 8 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Jangan Bawa Nama Risma ke Isu Pilkada DKI”

pdip-jatim-RIsma-Whisnu-jelang-Pelantikan

pdip-jatim-RIsma-Whisnu-jelang-PelantikanSURABAYA – Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono minta nama Tri Rismaharini tidak dibawa atau dikaitkan dengan Pemilu Kepala Daerah DKI Jakarta.

Sebab, Risma dan pasangannya, Wawali Whisnu Sakti Buana terus didorong menuntaskan tanggung jawabnya di Kota Surabaya.

“Jangan bawa Bu Risma dalam ranah Pilkada DKI Jakarta. Karena beliau dipilih untuk menjadi Wali Kota Surabaya,” kata Adi Sutarwijono, saat di gedung DPRD Surabaya, Senin (14/3/2016).

Isu jelang pilkada di ibukota inoi, sebut Awi, sapaan akrabnya, menjadi isu politik yang sangat berpengaruh bagi warga Kota Pahlawan. Karena itu, pihaknya minta Risma-Whisnu tetap bekerja untuk memperbaiki Kota Surabaya.

Sementara, Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mengungkapkan, instruksi saat ini sebatas memenangkan pasangan Risma-Whisnu dalam pilkada lalu. Dan itu sudah dilakukan hingga sukses memenangkan pasangan inkumben tersebut.

Soal keputusan Risma untuk meninggalkan Surabaya, jelas Syaifuddin, sangat bergantung pada instruksi Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, bukan atas instruksi atau tawaran pihak lain.

“Belum ada perintah lagi dari DPP. Karena itu, mereka berdua masih akan tetap konsisten di Kota Surabaya,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya minta semua kader dan simpatisan mematuhi instruksi menjelang bergulirnya Pilkada DKI Jakarta. Instruksi yang terbit pekan lalu itu intinya agar kader serta simpatisan PDI-P menjaga soliditas dan tidak melakukan hal kontraproduktif.

“Kami punya disiplin. Kami ingin konsolidasi,” kata Hasto.

Dia juga membantah jika dalam instruksi DPP PDIP tersebut mengandung perintah kepada kader dan simpatisan partainya untuk mencabut dukungan kepada bakal calon petahana dalam Pilgub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurut Hasto, instruksi sangat jelas dan harus dipatuhi semua kader PDIP. “Semua akan nurut dengan keputusan partai. Dinamika Pilgub DKI jangan sampai membuat konsentrasi kepada rakyat berubah,” tuturnya.

Saat ini, PDIP masih melakukan proses penjaringan terkait figur yang akan diusung dalam Pilgub DKI Jakarta 2017.

Konsolidasi juga dilakukan sampai ke tingkat ranting PDIP di seluruh Jakarta. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...
KRONIK

Ketua HKTI Magetan Suarakan Aspirasi Petani dan Tekankan Regenerasi di Rakerda HKTI Jatim

MAGETAN — Anggota DPRD Magetan dari PDI Perjuangan sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ...
LEGISLATIF

Tunjang Kinerja Bamag Gresik, Nila Yani Serahkan Bantuan Perlengkapan Operasional

GRESIK – Dukungan terhadap penguatan pelayanan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gresik terus dilakukan. ...
KRONIK

Budi Leksono Desak PDAM Modernisasi Alat demi Jamin Kualitas Air Warga

SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak PDAM Surya Sembada segera melakukan ...