NGAWI – Lereng utara Gunung Lawu memiliki peran penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat Kabupaten Ngawi. Kelestarian kawasan ini perlu dijaga demi ketersediaan sumber air dan keseimbangan ekosistem.
Upaya pelestarian tersebut diwujudkan melalui penanaman pohon di jalur pendakian Wukir Bayi, Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo, Kamis (11/12/2025). Kegiatan dalam rangka Hari Jadi Perumda Tirto Kertonegoro ini melibatkan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama sejumlah relawan.
“Penanaman kembali hutan dilaksanakan secara rutin, tidak sebatas seremonial. Kami ingin hutan terus lestari, sehingga anak cucu kita bisa menikmati keindahan Gunung Lawu dan ketersediaan sumber air tetap terjaga,” ujar Bupati Ony.
Selain menanam pohon, Bupati Ony meninjau jalur sekat bakar seluas lebih dari 4.000 hektare yang berfungsi mengurangi risiko kebakaran hutan. Jalur ini membatasi perambatan api sekaligus menjadi rute evakuasi pendaki saat keadaan darurat.
Keberadaan sekat bakar dinilai penting mengingat siklus kebakaran hutan Gunung Lawu yang kerap terjadi setiap 4–5 tahun sekali. Langkah mitigasi ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan kawasan hutan.
“Sekat ini juga memudahkan monitoring dan pemetaan titik reboisasi sehingga upaya pelestarian hutan bisa terus berjalan,” jelas Bupati Kader PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu.
Masyarakat sekitar juga diberikan kesempatan menanam tanaman bernilai ekonomi seperti kopi, cengkeh, alpukat, dan durian, dengan ketentuan tidak menebang pohon. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan ekonomi warga sekaligus menjaga kelestarian hutan.
“Warga boleh menanam berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi. Hasilnya bisa dimanfaatkan, tetapi pohonnya tidak boleh ditebang,” tegas Bupati Ony.
Kawasan Gunung Lawu dijadwalkan ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya (Tahura) pada Desember 2025.
Aksi tanam pohon di Wukir Bayi menjadi bukti komitmen bersama menjaga Lereng Lawu sebagai sumber kehidupan dan penyangga ekosistem bagi generasi mendatang. (amd/hs)