oleh

Jadi yang Pertama di Asia, PDI Perjuangan Kembali Raih ISO 9001:2015

-Headline-98 kali dibaca

“Bagaimana cara menerima tamu, bagaimana proses administrasi surat menyurat, bagaimana terhadap berbagai respon atas tanggapan yang diberikan kepada PDI Perjuangan, apakah direspon. Di sini kita melakukan reaudit dan kemudian akhirnya mendapat ISO 9001:2015. Partai terus menjadikan dirinya organisasi pembelajaran”

JAKARTA – Tak hanya melengkapi verifikasi data partai untuk persiapan Pemilu 2024, Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan juga melakukan revaluasi manajemen kepartaian.

Hasilnya, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu kembali meraih ISO 9001:2015, dan menjadikan partai pemenang pemilu ini satu-satunya yang meraih manajemen mutu di Asia.

“Partai melakukan revaluasi kembali dengan mengaudit kembali terhadap manajemen mutu seluruh proses politik yang ada di partai. Sehingga, DPP PDI Perjuangan, pada tiga hari lalu dinyatakan bahwa proses revaluasi manajemen mutu, kita mendapatkan sekali lagi ISO 9001:2015,” beber Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Hal ini dia sampaikan dalam acara Proses Kirim Data dan Dokumen PDI Perjuangan Calon Peserta Pemilu 2024 pada Sipol KPU RI di kantor DPP, Jakarta, Minggu (31/7/2022). “Ini satu-satunya partai di Asia yang memiliki kualifikasi manajemen mutu,” sambungnya.

Baca juga: PDI Perjuangan Bakal Jadi Pendaftar Pertama Peserta Pemilu 2024 ke KPU

Hasto pun mengucapkan terima kasih kepada tim sekretariat partai yang bekerja keras. Sehingga dari sisi peningkatan manajemen kepartaian dapat dikelola dengan baik.

“Bahkan aset-aset partai kita kelola dengan baik. Sehingga manajemen aset juga kita terus kembangkan,” jelas Hasto.

Menurut dia, dengan raihan ISO 9001:2015 tersebut, menujukkan bagaimana PDI Perjuangan tak hanya baik dari proses administrasi tapi juga dari sisi pengelolaan manajemen jajarannya.

“Bagaimana cara menerima tamu, bagaimana proses administrasi surat menyurat, bagaimana terhadap berbagai respon atas tanggapan yang diberikan kepada PDI Perjuangan, apakah direspon. Di sini kita melakukan reaudit dan kemudian akhirnya mendapat ISO 9001:2015. Partai terus menjadikan dirinya organisasi pembelajaran,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Hasto juga menyampaikan, partainya membangun komitmen untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Hasil penelitian yang dilakukan Burhanuddin Muhtadi, sebutnya, termasuk menjadi referensi.

Dalam kesempatan itu, Hasto menunjukkan buku Burhanuddin yang berjudul “Kuasa Uang, Politik Uang dalam Pemilu Pasca Orde Baru”.

“Kami baru pelajari ini desertasi dari Burhanuddin Muhtadi tentang politik uang dalam pemilu pasca Orde Baru. Itu juga merupakan temuan yang sangat menarik, bagaimana PDI Perjuangan mempelajari hasil-hasil riset untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita pada Pemilu 2024 yang akan datang, itu kami akan lakukan,” jelas Hasto.

Dia tertarik dengan buku itu saat dia diskusi meminta masukan terkait dengan penelitiannya dalam program doktoral di Sekolah Kajian Strategis Global Universitas Indonesia (SKSG UI) yang berjudul “Kepemimpinan Strategis Parpol tinjauan aspek ideologi, kultur, dan transformasik organisasi.”

“Saat berdiskusi, saya dikasih buku itu oleh Mas Burhanuddin. Bukunya sangat menarik untuk dibaca,” sebutnya.

Hasto yang baru saja meraih gelar doktor dari Universitas Pertahanan menunjukkan beberapa bagian buku tersebut yang menjadi perhatiannya.

Dalam buku disebutkan argumen utama dalam buku ini adalah faktor-faktor konstekstual terutama penggunaan sistem pemilu proporsional terbuka dalam pemilu legislatif di Indonesia sangat penting dalam menjelaskan dinamika politik uang di Indonesia.

Institusionalisasi parpol merupakan hal yang sangat penting di dalam mencegah politik uang. “Buku disertasi tersebut juga mencari jawaban terhadap apa pengaruh faktor-faktor politik dan desain kelembagaan terhadap perkembangan politik patronasi di Indonesia,” beber Hasto, yang gemar membaca buku.

Pria asal Yogyakarta itu melanjutkan, dengan mempelajari hasil penelitian untuk peningkatan kualitas pemilu tersebut, PDIP terus membangun dirinya sebagai organiasi pembelajaran dengan menerapkan kaidah-kaidah ilmiah.

Hasto dalam kesempatan itu mengharapkan pemilu bukan kontestasi yang merusak persatuan bangsa. “Karena itu tidak boleh diisi dengan narasi-narasi yang memecah belah bangsa,” pungkasnya. (goek)