Jumat
09 Oktober 2026 | 9 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini, Cerita Bupati Fauzi Perkenalkan Batik dan Blangkon Sumenep ke Presiden Jokowi

PDIP-Jatim-Bupati-Fauzi-22042022

SUMENEP – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (20/4/2022) kemarin. Presiden Jokowi berkunjung ke Kota Keris untuk meresmikan Bandara Trunojoyo dan menyalurkan BLT subsidi minyak goreng ke pedagang di Pasar Anom dan Pasar Bangkal.

Setibanya di Bandara Trunojoyo, Presiden Jokowi disambut oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN, Eric Tohir, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

Setelah meninjau panel dan menerima penjelasan dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Presiden Jokowi kemudian menuju stan kerajinan lokal khas Madura yang berada di ruang tunggu bandara dan membeli dua kain batik dan satu udeng blangkon.

Bupati Fauzi yang ikut mendampingi Presiden Jokowi meninjau stan UMKM memperkenalkan produk kerajinan tangan khas Sumenep, seperti batik dan blangkon.

Sambil menemani Jokowi dan beberapa Menteri, Bupati Fauzi menjelaskan bahwa blangkon yang dijual oleh para pelaku UMKM itu merupakan blangkon khas Sumenep, yang sering digunakan oleh raja-raja Madura zaman dahulu kala.

“Ini adalah blangkon khas Sumenep, yang dipakai raja-raja terdahulu, Bapak Presiden,” kata Bupati Fauzi, menjelaskan kepada Presiden Jokowi dan para Menteri.

Selain itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga memperkenalkan batik khas Sumenep yang diproduksi oleh tangan-tangan terampil Padepokan Canteng Koneng.

Menurut Bupati Fauzi, batik yang diproduksi Canteng Koneng memiliki karakter tersendiri, yang tidak dimiliki oleh daerah lain, seperti motif dan corak warna yang khas.

“Batik Sumenep memiliki karakter tegas dan berwibawa, itu dilihat dari corak warna yang berani,” sambung suami Nia Kurnia itu.

Menurut dia, para pembatik di Kabupaten Sumenep mengalami kemajuan yang sangat luar biasa. Kemajuan itu, kata dia, juga dibarengi dengan pembinaan, pemberdayaan dan juga diperhatikan kesejahteraannya.

“Untuk menjaga kelestarian budaya bangsa, kami akan terus meningkatkan kesejahteraan para pengrajin, dan terus akan mencetak para pengrajin batik tulis pada generasi muda,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi membeli dua kain batik dan satu udeng blangkon.

“Berapa blangkonnya?,” tanya Presiden Jokowi ke penjaga stan.

“75 ribu, Bapak,” jawab penjaga stan.

“Langsung saya pakai saja,” ujar Presiden Jokowi. Prabowo pun membeli udeng blangkon yang sama.

Keduanya pun menggunakan udeng blangkon yang baru saja dibeli pada acara peresmian Bandara Trunojoyo. (Set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Said Abdullah Dukung Rumah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani di Malang untuk Pendidikan Karakter

MALANG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah mendukung pembangunan Rumah Tahfidz Al-Qur’an Puan ...
LEGISLATIF

Tinjau Talud Penahan Banjir Sungai Temon, Doding Rahmadi Targetkan Rampung Akhir Desember

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi meninjau progres pembangunan talud penahan banjir di ...
KRONIK

Konsolidasi di Kabupaten Malang, Said Abdullah Ingatkan Kader Jaga Amanah Rakyat

MALANG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah mengingatkan pentingnya membangun paradigma baru ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kedekatan Partai dengan Rakyat Harus Hadir Setiap Hari, Bukan Hanya Saat Pemilu

MALANG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah menegaskan kedekatan partai politik dengan rakyat ...
KRONIK

Luncurkan Teman Lansia, Bupati Ipuk Pastikan Warga Senior Rentan Tak Luput dari Layanan

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memperkuat perhatian kepada warga lanjut usia (lansia), ...
LEGISLATIF

Amithya Soroti Urgensi Retreat Kepala Sekolah Kota Malang di Tengah Efisiensi Anggaran

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita meminta Pemerintah Kota Malang mengkaji ulang ...