SURABAYA – Penanganan pandemi Covid-19 harus dilakukan dengan penguatan secara bersamaan antara sektor kesehatan dan ekonomi. Hal itu dikatakan anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia usai penyerahan bantuan mesin konveksi dilakukan timnya untuk UMKM di Surabaya.
“Kita semua tahu, kesehatan dan ekonomi adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam sekeping koin pandemi. Nggak bisa kita menyelesaikan kesehatan, tapi ekonomi digeletakkan. Begitu juga sebaliknya,” kata Indah Kurnia, Kamis (16/9/2021).
Wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini menjelaskan, naiknya kasus Covid-19 memaksa pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan kegiatan. Hal tersebut memukul berbagai sektor usaha baik skala besar, menengah, maupun kecil. “Banyak sekali yang melepas karyawannya sehingga memunculkan pengangguran dan kemiskinan,” katanya.
Karena itu, lanjut Indah Kurnia, penguatan sektor ekonomi, khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), menjadi perhatian serius bagi dirinya di Komisi XI DPR RI bersama pemerintah. Apalagi UMKM adalah sektor riil yang menyangga perekonomian Indonesia. Sektor ini memberi kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar 61,07 persen dan menyumbang lebih dari 100 juta tenaga kerja.
“Bila sektor ini terpukul, maka ekonomi nasional juga akan terdampak serius,” katanya.
UMKM negeri ini, kata Indah Kurnia, terbilang tangguh. Buktinya, pada krisis moneter berskala global pada era 1998 kemudian krisis finansial pada 2008, UMKM bisa bertahan. Demikian halnya pada pandemi saat ini. “Sejauh ini UMKM bisa survive atau bertahan. Tinggal terus menerus kita dorong agar berjaya,” tandasnya.

Dorongan kepada UMKM dengan memberikan bantuan peralatan produksi konveksi modern. Mesin jahit overdeck, obras, mesin bordir komputer, bahkan mesin pasang kancing, dan lain sebagainya.
“Pesan saya satu, dengan bantuan alat produksi tersebut tidak menjadi euforia atau gembira yang berlebihan. Sekarang, meskipun Pak Eri (Wali kota Surabaya) sudah mampu membuat Surabaya dari zona kuning menuju hijau, kita semua wajib menjaga, sehingga tidak ada lagi peningkatan kasus yang memaksa diberlakukannya pembatasan,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo ini.
Penyerahan bantuan dilakukan Tim Rumah Aspirasi Indah Kurnia (TRA-IK) kepada Kelompok Usaha Arastasa Maju Bersama, Kawasan Tambak Dalam, Surabaya, Rabu (15/9).
Berita terkait: Indah Kurnia Terus Bergerak Tingkatkan Kemandirian UMKM di Surabaya
Ketua Kelompok Arastasa Maju Bersama, Nurul menceritakan, sekian lama menggeluti usaha, pihaknya mampu memproduksi 50 setel seragam per bulannya. Dengan bantuan peralatan produksi yang lumayan modern tersebut, Nurul memperkirakan mampu menambah kapasitas produksi menjadi 200 pasang per bulan.
“Dulu, kalo mau bordir biasanya pakai rekanan dan menambah biaya produksi. Kini dengan adanya mesin bordir komputer, kami bisa memproduksi sendiri, sehingga bisa menekan biaya produksi,” jelas nurul.
“Terima kasih Bu Indah Kurnia atas bantuannya selama ini. Semoga Bu Indah selalu diberikan kesuksesan dan kesehatan. Semoga Arastasa juga semakin mampu memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat,” imbuh Nurul. (hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS