Minggu
21 Juni 2026 | 4 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ibunda Wawali Surabaya Berpulang

pdip jatim - whisnu dan sudjamik - foto JP

pdip jatim - whisnu dan sudjamik - foto JPSURABAYA – Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana berduka. Orangtua Whisnu yang tinggal satu-satunya, yakni Ir Hj Sudjamik meninggal dunia di Rumah Sakit Darmo, Kamis (30/10/2014) sekitar pukul 04.30 WIB.

Menurut Whisnu, ibunya yang selama ini mengalami gagal ginjal meninggal di usia 67 tahun. “Ibu sudah 1,5 tahun gagal ginjal dan harus cuci darah terus menerus,” jelas Whisnu di rumah duka Jl Pakis Tirtosari 18 Surabaya.

Istri mantan Sekjen PDI Perjuangan almarhum Sutjipto itu, sempat membaik dan dirawat di rumah. Tapi sejak pekan lalu, kondisinya tiba-tiba menurun dan dibawa ke RS Darmo. “Mungkin ini yang terbaik bagi ibu. Usia beliau juga sudah sepuh,” kata Whisnu, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya itu.

Sudjamik dimakamkan di TPU Keputih disamping makam almarhum Ir Sutjipto, setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Al Hidayah. Sudjamik meninggalkan tiga anak hasil perkawinannya dengan Sutjipto. Yakni Jagad Hariseno (putra sulung), Lesmana Dewi (anak kedua), dan Whisnu Sakti Buana.

Pelepasan jenazah dipimpin Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. “Kita kehilangan sosok wanita yang telah banyak memberikan pelajaran tentang kemanusiaan,” tutur Risma dalam sambutan pelepasan jenazah.

Selain Risma, tampak hadir di rumah duka beberapa tokoh PDI Perjuangan, seperti mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi, serta pengurus DPD Jatim dan DPC Surabaya lainnya.

Ratusan pelayat terdiri dari warga sekitar dan kader serta simpatisan PDI Perjuangan ikut melayat dan mengantarkan pemakaman Sudjamik.

Semasa hidupnya, Sudjamik dikenal sebagai tokoh perempuan yang ikut membesarkan PDI Perjuangan Jawa Timur. Bahkan ketika PDI Perjuangan didera konflik internal, Sudjamik dengan setia tetap menemani Sutjipto, suaminya, meski terus berada dalam ancaman dari penguasa saat itu.

Menurut Bambang DH, selain tidak takut ancaman penguasa, Sudjamik juga dikenal santun dan tidak pendendam. Bahkan Sudjamik juga dikenal selalu bisa menyambung silaturahmi di antara tokoh yang terlibat konflik.

Dia mencontohkan, ketika PDI Perjuangan mengalami konflik internal antara kubu Sutjipto dan kubu Latif Pujosakti, saat itu, Sudjamik-lah yang mampu mendamaikan keduanya. (pri)

Sumber foto: JP

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

18 PAC Se-Sidoarjo Serempak Doa Bersama Peringati Haul ke-56 Bung Karno, Libatkan Kiai Kampung Hingga Santunan Anak Yatim

SIDOARJO – Memperingati lima puluh enam tahun wafatnya Sukarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, ...
KABAR CABANG

Sebanyak 480 Kader PDI Perjuangan Tulungagung Ziarah di Makam Bung Karno

TULUNGAGUNG – Ratusan kader PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung melaksanakan ziarah di makam Bung Karno usai ...
LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Kanang “Banjir” Keluhan Kondisi Perekonomian

NGAWI – Beragam keresahan masyarakat Kabupaten Ngawi disampaikan langsung kepada Anggota DPR RI Fraksi PDI ...
KABAR CABANG

Serunya Turnamen Tenis Meja “Soekarno Cup I” di Bojonegoro

BOJONEGORO – Memperingati Bulan Bung Karno 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jember Pastikan Kepengurusan hingga Anak Ranting Aktif dan Penuhi Syarat Pemilu

DPC PDI Perjuangan Jember memastikan kepengurusan hingga tingkat anak ranting aktif dan telah memenuhi syarat ...
KABAR CABANG

Bumikan Pemikiran Bung Karno, PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Konco Lidasi

BANYUWANGI – Pada momentum Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar diskusi bersama anak muda (Gen ...