Sabtu
03 Oktober 2026 | 12 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ibunda Wawali Surabaya Berpulang

pdip jatim - whisnu dan sudjamik - foto JP

pdip jatim - whisnu dan sudjamik - foto JPSURABAYA – Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana berduka. Orangtua Whisnu yang tinggal satu-satunya, yakni Ir Hj Sudjamik meninggal dunia di Rumah Sakit Darmo, Kamis (30/10/2014) sekitar pukul 04.30 WIB.

Menurut Whisnu, ibunya yang selama ini mengalami gagal ginjal meninggal di usia 67 tahun. “Ibu sudah 1,5 tahun gagal ginjal dan harus cuci darah terus menerus,” jelas Whisnu di rumah duka Jl Pakis Tirtosari 18 Surabaya.

Istri mantan Sekjen PDI Perjuangan almarhum Sutjipto itu, sempat membaik dan dirawat di rumah. Tapi sejak pekan lalu, kondisinya tiba-tiba menurun dan dibawa ke RS Darmo. “Mungkin ini yang terbaik bagi ibu. Usia beliau juga sudah sepuh,” kata Whisnu, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya itu.

Sudjamik dimakamkan di TPU Keputih disamping makam almarhum Ir Sutjipto, setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Al Hidayah. Sudjamik meninggalkan tiga anak hasil perkawinannya dengan Sutjipto. Yakni Jagad Hariseno (putra sulung), Lesmana Dewi (anak kedua), dan Whisnu Sakti Buana.

Pelepasan jenazah dipimpin Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. “Kita kehilangan sosok wanita yang telah banyak memberikan pelajaran tentang kemanusiaan,” tutur Risma dalam sambutan pelepasan jenazah.

Selain Risma, tampak hadir di rumah duka beberapa tokoh PDI Perjuangan, seperti mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi, serta pengurus DPD Jatim dan DPC Surabaya lainnya.

Ratusan pelayat terdiri dari warga sekitar dan kader serta simpatisan PDI Perjuangan ikut melayat dan mengantarkan pemakaman Sudjamik.

Semasa hidupnya, Sudjamik dikenal sebagai tokoh perempuan yang ikut membesarkan PDI Perjuangan Jawa Timur. Bahkan ketika PDI Perjuangan didera konflik internal, Sudjamik dengan setia tetap menemani Sutjipto, suaminya, meski terus berada dalam ancaman dari penguasa saat itu.

Menurut Bambang DH, selain tidak takut ancaman penguasa, Sudjamik juga dikenal santun dan tidak pendendam. Bahkan Sudjamik juga dikenal selalu bisa menyambung silaturahmi di antara tokoh yang terlibat konflik.

Dia mencontohkan, ketika PDI Perjuangan mengalami konflik internal antara kubu Sutjipto dan kubu Latif Pujosakti, saat itu, Sudjamik-lah yang mampu mendamaikan keduanya. (pri)

Sumber foto: JP

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sinergi Pemkab Banyuwangi dan AirNav Hadirkan Infrastruktur Dasar di Kampung Seling

BANYUWANGI – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk ...
KABAR CABANG

Tahlil Tujuh Hari Guruh, PDIP Kabupaten Kediri Tekankan Pentingnya Merawat Budaya

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari wafatnya Guruh Soekarnoputra sekaligus meneguhkan ...
LEGISLATIF

Pengaturan Jam Operasional Pasar Tanjung Jember, Widarto: Ini Sudah Bijaksana

JEMBER – Polemik penataan Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, untuk sementara menemukan jalan tengah. Pemerintah ...
LEGISLATIF

Anas Karno Minta RT/RW Data Warga yang Desilnya Tak Sesuai Kondisi Riil

SURABAYA – Keluhan warga terkait ketidaksesuaian data desil kesejahteraan kembali muncul dalam reses Anggota DPRD ...
KRONIK

Mahasiswa Ramai-Ramai Datangi DPRD Jember, Candra: Jangan Antipolitik

JEMBER – DPRD Jember didatangi sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sepanjang pekan ini. ...
KRONIK

Cegah Kebakaran, Diana Sasa Dorong Pemkab Buat Satu Data Terpadu

MAGETAN — Satu data yang terpadu terkait bencana kebakaran menjadi salah satu faktor dalam upaya pencegahan. Hal ...