oleh

Hasto: Tuduhan Rizieq ke Megawati Tidak Beralasan

-Berita Terkini, Kronik-12 kali dibaca

JAKARTA – Sikap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab yang ingin melaporkan Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri dianggap tidak beralasan.

Rizieq akan melaporkan Megawati karena pidatonya sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan dianggap telah ‎menyinggung Rukun Islam.

Menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dalam kapasitas kader partai, semua elemen PDIP selalu diajarkan untuk memiliki kesadaran lingkungan bahwa mayoritas rakyat Indonesia adalah Muslim.

Dalam sejarah yang selalu disampaikan Megawati sebagai Ketua Umum PDIP, selalu ditekankan bagaimana memahami pemikiran Bung Karno (BK) tentang Islam yang membangun peradaban.

“Ketika beliau berguru secara langsung dengan HOS Cokroaminoto, BK sangat dekat dengan Muhammadiyah dan NU,” kata Hasto Kristiyanto, Selasa (17/1/2017).

“Kedua organisasi Islam tersebut benar-benar berkeringat dan berdarah-darah untuk tegaknya republik ini bersama PNI saat itu, dan seluruh elemen kekuatan militer bangsa dalam keseluruhan jati diri TNI sebagai tentara rakyat,” tambahnya

Karena itulah alasannya maka ketika menjabat presiden, Megawati secara kokoh berdiri memperjuangkan kemerdekaan seluas-luasnya bagi Palestina. Megawati, ujar Hasto, juga menolak aksi unilateral atas Irak dan membela kedaulatan bangsa Irak dengan gigih.

Megawati juga menolak pemberian Blok Cepu ke Exxon, sebuah perusahaan multinasional yang dikuasai AS dan Eropa. Karena tahu bahwa dana minyak itu juga dipakai untuk menciptakan ketidakadilan di Timur Tengah.

“Karena itulah tuduhan Pak Rizieq ke Ibu Megawati sangat tidak beralasan. Sikap Ibu Megawati yang keras di dalam membela perdamaian di Timur Tengah itulah yang juga ikut mewarnai konstelasi pilpres 2004,” kata Hasto.

“Di situlah kenegarawanan Ibu Megawati termasuk ketika membela ustaz Abu Bakar Baasyir agar tidak diekstradisi AS. Karena menyadari tugas pemimpin adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia‎,” bebernya. (goek/*)