Selasa
25 Agustus 2026 | 8 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Presidential Threshold Tak Hanya Soal Perbanyak Capres-cawapres

pdip-jatim-hasto-diwawancara-usai-bedah-buku

JAKARTA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) tak hanya mempersoalkan banyak-sedikitnya calon presiden dan calon wakil presiden pada pemilu presiden.

“Ini bukan sekadar banyak sedikit calon. Tapi kita bicara soal sistem yang sudah dalam praktik, dan kita ingin terus menerus perkuat,” kata Hasto, di sela peringatan Haul ke-47 Bung Karno di Gedung Nusantara IV DPR, Jakarta, kemarin.

Saat ini, isu presidential threshold paling alot dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu (RUU Pemilu) di antara lima isu krusial yang masih belum diputuskan.

PDI Perjuangan saat ini pada posisi presidential threshold 20-25 persen, yakni 20 persen kursi dan 25 persen suara nasional.

Menurut Hasto, angka tersebut merupakan basis legitimasi yang wajar untuk efektvitas jalannya sistem presidensial.

“Nah ketika ini dipersoalkan hanya karena ingin perbanyak calon presiden dan wakil presiden, isunya bukan di sana. Isunya adalah bagaimana meningkatkan kualitas demokrasi kita yang memastikan pemerintah bisa berjalan dengan efektif,” jelasnya.

Bicara soal sistem, tambah dia, tak lepas dari penguatan partai politik. Oleh karena itu, PDI Permjuangan membuka ruang kompromi untuk memilih sistem terbuka, meski pada awal pembahasan memilih sistem tertutup.

Hal itu karena adanya dinamika yang berkembang di lapangan. Begitu juga dengan isu lainnya, seperti metode konversi suara ke kursi.

“Kita bicara tentang sistem yang kita bangun dulu. Tentang pentingnya legitimasi rakyat yang dikombinasikan dengan legitimasi DPR. Ini harus jadi kesatuan,” ujar Hasto.

Sebelumnya, forum lobi Panitia Khusus RUU Pemilu kembali gagal mendapatkan titik temu dalam pembahasan lima isu krusial, khususnya ambang batas presidential threshold. Sehingga pembahasan diperpanjang sampai 10 Juli 2017.

Pada 10 Juli, Pansus RUU Pemilu akan mengambil keputusan tingkat pertama, yakni membawanya ke rapat paripurna. Baru pada 20 Juli 2017, keputusan final akan diambil di rapat paripurna. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Cup Bukan Sekadar Cari Juara, Tapi Membangun Karakter Generasi Muda

Said Abdullah menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mencari juara, tetapi membangun karakter, sportivitas, ...
OLAHRAGA

Kalah 1-3, Banteng Jatim Ucapkan Selamat kepada Banteng Papua Raya, Evaluasi Teamwork

SURABAYA – Tim Banteng Jatim menutup perjalanan di Soekarno Cup 2026 dengan mengakui keunggulan Banteng Papua Raya. ...
OLAHRAGA

Debut Manis di Soekarno Cup 2026, Papua Raya Rebut Podium Ketiga Usai Tekuk Banteng Jatim 3-1

Banteng Papua Raya mengakhiri debut di Soekarno Cup 2026 dengan meraih posisi ketiga setelah menaklukkan Banteng ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Kejar Manajemen Talenta ASN, 121 Pejabat Baru Bisa Kembali Dimutasi 6 Bulan Lagi

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengejar manajemen talenta ASN. Sebanyak 121 pejabat yang baru dilantik ...
KABAR CABANG

Dari Menak Sopal ke Kebaya Fatmawati, Yeni Membawa Cerita Trenggalek ke Panggung Nasional

TRENGGALEK – Ada nama Trenggalek yang kini ikut berjalan menuju panggung nasional. Nama itu bukan hanya tertulis di ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat: Dari Olahraga Kita Bangun Kekuatan Bangsa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak-anak muda membiasakan hidup sehat ...