Jumat
23 Oktober 2026 | 6 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Pansus Angket Bukan untuk Bubarkan KPK

pdip-jatim-hasto-sekjen

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, bahwa tujuan Pansus Angket KPK bukan untuk memperlemah ataupun membubarkan lembaga antirasuah.

Menurut Hasto, Pansus Angket KPK yang dibentuk DPR RI, justru untuk mendorong optimalisasi dan transparansi di dalam pemberantasan korupsi itu.

“Karena kita melihat di dalam proses yang sangat tertutup dengan kewenangan yang begitu besar itu, tidak menutup kemungkinan-kemungkinan terjadi penyalahgunaan,” kata Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, kemarin.

Dia menjelaskan, Pansus Angket KPK adalah bentuk check and balance terhadap lembaga antukorupsi itu.

Hasto menambahkan, selama ini PDI Perjuangan menerima kritik soal KPK. “Kami menempatkan hal itu positif. Agar proses akuntabilitas, transparansi di dalam tugas-tugas KPK betul-betul dapat dipenuhi aspeknya,” jelas Hasto.

PDI Perjuangan tidak menutup mata jika dahulu ada oknum KPK yang tidak bisa melepaskan diri dari kepentingan politik. Sehingga PDIP terus melakukan agenda internal untuk memerangi korupsi.

Meski demikian, pihaknya tidak setuju jika manuver angket itu sudah melenceng, hingga ada ancaman untuk membekukan anggaran. Wacana pembekuan angggaran KPK itu pun menuai kritik dari PDIP, karena di luar kewenangan angket.

Pihaknya memastikan, perwakilan PDI Perjuangan pada Pansus Angket KPK akan bersuara paling lantang jika ada upaya pelemahan terhadap KPK.

Seperti saat usulan dari anggota pansus untuk membekukan anggaran KPK, PDI Perjuangan paling keras menyuarakan penolakan.

“Kami meluruskan, tidak ada pembekuan anggaran. Tidak ada pembekuan KPK, yang ada hanyalah sebuah proses agar dengan kewenangan yang penuh itu efektivitas optimalisasi pemberantasan korupsi bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tegas Hasto.

Pihaknya menyadari bahwa persepsi publik terhadap Pansus Angket KPK saat ini negatif. Namun, dia tidak khawatir hal tersebut akan merusak citra dan menurunkan suara PDI Perjuangan.

“PDIP berpolitik bukan sekadar pencitraan semata yang basisnya kosong,” kata Hasyo. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kisruh Poktan Maju Makmur, Candra Dorong Regenerasi Kepengurusan Sesuai Mekanisme

JEMBER – Penetapan kepengurusan Kelompok Tani Maju Makmur di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menjadi salah satu ...
KRONIK

Dorong Ekonomi Berbasis Masjid, Banyuwangi Latih 150 Takmir Kembangkan Masjid Affiliate

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong masjid menjadi pusat pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...
UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...
KRONIK

Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Kenakan Busana ala Santri Selama Sepekan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri di Banyuwangi selalu mendapat perhatian lebih dari Pemkab Banyuwangi. Berbagai ...
KRONIK

HSN 2026, Bupati Fauzi Dorong Santri Kuasai Ilmu hingga Kembangkan Kewirausahaan

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong para santri untuk memperkuat kualitas diri melalui ...