Jumat
19 Juni 2026 | 3 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Geopolitik Soekarno Kedepankan Kepemimpinan Indonesia di Dunia

pdip-jatim-221105-sekjen-geopolitik-1

JAKARTA – Doktor Ilmu Pertahanan, Hasto Kristiyanto menyebutkan, Geopolitik Soekarno mengedepankan imajinasi yang berwawasan internasional serta pada ilmu pengetahuan dan teknologi, yang harus dicapai demi kemajuan dan kepemimpinan Indonesia di masa kini dan masa depan.

“Dalam geopolitik kepemimpinan Soekarno itu mengedepankan suatu imajinasi tentang kepemimpinan Indonesia di dunia, masa kini dan masa depan. Dimana masalah iklim, ekologi, dan lingkungan masuk dalam pemikiran Bung Karno tersebut,” beber Hasto.

Hal itu dia sampaikan Hasto dalam diskusi Ilmiah “Pemikiran Geopolitik Bung Karno dalam Suara Kebangsaan” di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (4/11/2022).

Acara itu digelar oleh Kementerian Polhukam dan dihadiri langsung oleh Menkopolhukam Mahfud MD bersama jajarannya. Hadir juga Philip Vermonte, Dekan Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Hasto menjelaskan panjang soal bagaimana pemikiran Geopolitik Soekarno lebih menggunakan suatu imajinasi tentang kepemimpinan Indonesia bagi dunia, serta bertumpu pada kepentingan nasional Indonesia.

“Juga dari sisi teritorial, di situ memasukkan iklim, ekologi, yang semuanya masuk dalam pidato-pidato Bung Karno. Sehingga keseimbangan hubungan geopolitik, ketahanan nasional, dan kepentingan nasional terlihat betul. Dan yang kita kedepankan adalah politik berwawasan internasional dan ilmu pengetahuan dan teknologi,” paparnya.

Sedang Philip Vermonte yang menjadi penanggap acara diskusi ilmiah itu, menyebut wawasan geopolitik Soekarno sangat relevan. Karena memberi gambaran yang jelas tentang kepemimpinan Indonesia bagi dunia di masa depan.

“Geopolitik Soekarno, kita kuat secara domestik, itu bisa menjadi referensi, menjadi Indonesia lebih kuat,” kata Philip

Mantan Direktur Eksekutif CSIS itu juga menilai apa yang menjadi cita-cita Bung Karno itu bisa tercapai dengan syarat Indonesia kuat secara domestik. Meliputi pendidikan, kesehatan, dan lain-lainnya.

Karena itu, menurut Philip, yang disampaikan Bung Karno adalah rumusan yang paling baik tentang posisi Indonesia sebagai sebuah negara yang besar dan kuat.

“Yang kita harus lakukan adalah seperti yang dianjurkan oleh Bung Karno. Kita harus mendorong Progressive Geopolitical Coexistence,” jelasnya.

Dia menyebut apa yang disampaikan Geopolitik Soekarno bertentangan dengan geopolitik barat yang anarkis, dimaksudkan sebagai implentasi jiwa nasionalisme yang terpancar keluar. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kabar Duka: Dokter Relawan Itu Berpulang

SIDOARJO – Keluarga besar PDI Perjuangan diselimuti duka mendalam atas berpulangnya dokter Rismala Fitria Dewi pada ...
SEMENTARA ITU...

Saat Ribuan Warga Berkumpul di Pantai Serang, Merawat Tradisi dan Menjaga Harapan

Ribuan warga memadati Pantai Serang, Blitar, untuk mengikuti tradisi Larung Sesaji menyambut 1 Suro. Tradisi ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Minta Kecamatan dan Kelurahan Kawal Sensus Ekonomi 2026

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak kecamatan dan kelurahan mengawal Sensus Ekonomi 2026 agar ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Cari Solusi Agar PPPK Tak Terdampak Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meminta Pemkab mengoptimalkan PAD untuk mengantisipasi dampak kebijakan ...
HEADLINE

Said Abdullah Tegaskan PDIP Jadi Partai Penyeimbang, Tekankan Sikap Objektif dan Proporsional

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Said Abdullah menegaskan bahwa posisi ...
LEGISLATIF

Kondisi Geopolitik Timur Tengah jadi Tantangan Penyelenggaraan Haji ke Depan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah perihal tantangan ...