Sabtu
14 Februari 2026 | 5 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Film Bid’ah Cinta Sangat Mencerahkan

pdip-jatim-djarot-bidah-cinta

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai film Bid’ah Cinta yang mengangkat kisah asmara berbalut konflik akibat perbedaan pemahaman keagamaan, sangat mencerahkan.

Hasto mengatakan, film besutan sutradara Nurman Hakim itu berhasil mengangkat kesejatian nilai-nilai yang digali dari Indonesia, yakni tentang kekuatan budaya dalam menjaga persatuan.

“Film tadi sangat mencerahkan dan saya melihat ada prinsip yang diperjuangkan, soal toleransi, soal keanekaragaman,” ujar Hasto usai nonton bareng Bid’ah Cinta di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (25/3/2017).

Bid’ah Cinta, jelas Hasto, tidak sekadar menyodorkan tontonan yang mengharukan. Sebab, ada pesan tentang nilai-nilai persatuan yang disisipkan dalam film itu.

“Sungguh sangat mencerahkan, terharu, ada prinsip yang diperjuangkan yang itu penting untuk menjadi inspirasi bagi masyarakat sekarang ini,” ujar Hasto.

Hasto hadir bersama Wakil Sekjen PDIP Utut Adianto dan Ketua Fraksi PDIP DPR Trimedya Pandjaitan, dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Mereka hadir atas undangan Nurcholish Madjid Society.

Menurut Hasto, Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah menonton film tersebut terlebih dahulu. Basuki memuji Bid’ah Cinta sebagai tontonan yang bagus.

“Katanya filmnya bagus. Pak Basuki sudah lebih dahulu menonton. Kami jadi terinspirasi untuk menyaksikan film tersebut atas undangan dari teman-teman yang tergabung dalam Nurcholish Madjid Society,” ucapnya.

Karya Nurman ini mengangkat realitas yang hangat di masyarakat. Salah satu pesan yang ingin disampaikan ialah cinta itu bisa menyatukan semuanya. Dalam hal ini, perbedaan tentu harus dihargai.

Dua sejoli yang tengah menjalin cinta, Khalida (Ayushi-ta) dan Kamal (Dimas Aditya) harus terbentur perbedaan pemahaman ke­agamaan. Kedua orangtua mereka juga kemudian ikut terlibat dalam ketegangan tersebut, bahkan sampai merembet ke komunitas masyarakat.

Seusai menonton, Djarot memandang film ini sangat bagus. Meskipun dibuat dari tahun 2015, nyatanya isu perbedaan pemahaman agama sangat relevan dengan kondisi sekarang ini bahwa banyak orang membeda-bedakan paham agama Islam.

“Jika tidak dicegah, dari yang hanya berpotensi menimbulkan konflik lokal bisa naik ke level nasional,” ujar Djarot. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Novita Hardini Tawarkan Inkubasi UMKM bagi Guru PPG Non Sertifikasi

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Novita Hardini menawarkan solusi alternatif bagi guru Pendidikan ...
KRONIK

Saat Banyak Usaha Tumbang, Sofi Justru Menemukan Peluang di Kandang Sapi

BONDOWOSO – Di saat banyak usaha terpukul pandemi Covid-19 pada 2020, Sofi Indriasari justru menemukan jalan baru ...
LEGISLATIF

Aspirasi Gen-Z Mencuat dalam Reses DPRD Jatim, Program Pelatihan Gratis Disiapkan

SURABAYA – Kebutuhan ruang pengembangan diri bagi generasi muda atau Gen-Z menjadi salah satu aspirasi utama yang ...
KRONIK

Jaga Stabilitas Harga Bapok Jelang Ramadan, Bupati Lukman Gelar Pangan Murah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok ...
EKSEKUTIF

Setiap Selasa dan Jumat Kerja Bakti, Ini Langkah Baru Pemkab Blitar

BLITAR – Upaya membangun budaya hidup bersih dan tertib lingkungan mulai diperkuat di Kabupaten Blitar. Pemerintah ...
KRONIK

Gerakan Jumat Naik Angkutan Umum, Bupati Ipuk Pilih Becak Listrik ke Kantor

BANYUWANGI – Gerakan menggunakan transportasi umum dan ojek online tiap Jumat konsisten dilakukan karyawan di ...