Rabu
02 September 2026 | 8 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto Ajak Para Pendidik Ikut Sebarkan Energi Positif bagi Seluruh Bangsa

pdip-jatim-220928-sekjen-subang-1

SUBANG – Pakar geopolitik Dr Hasto Kristiyanto mengatakan para pendidik ikut menyebarkan energi positif bagi seluruh bangsa. Caranya, dengan mendidik para siswanya agar mereka mempunyai mentalitas sebagai pemimpin.

Saat di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, Astha Hannas, Subang, Jawa Barat, Selasa (27/9/2022), Hasto menginspirasi para kepala sekolah dengan menyebut tugas mereka sangat penting untuk menjadikan para siswa sebagai calon pemimpin Indonesia di masa mendatang.

Yakni pemimpin yang menjadikan Indonesia sebagai pemimpin bagi bangsa-bangsa di dunia. (Baca juga: Hasto Terima Pin Kehormatan dari Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia)

Hasto memberi contoh kemampuan mengekspor pete dan jengkol ke luar negeri mungkin dilihat hal sederhana. Tapi sebenarnya penting agar ke depan yang diekspor bukan bahan-bahan mentah, sekaligus membangun kepemimpinan Indonesia di bidang kuliner.

“Force projection adalah ketika kita mengekspor pete dan jengkol ke Jepang. Ini menunjukkan bahwa bangsa kita punya kemampuan untuk melakukan penetrasi ke pasar Jepang,” ucap Hasto saat menyampaikan kuliah umum berjudul “Perspektif Pemikiran Bung Karno dalam Geopolitik dan Penerapan Nilai-nilai Pancasila” yang diikuti para kepala sekolah.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga mengatakan betapa pentingnya peran penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), pentingnya peran guru dan kepala sekolah dalam memajukan Indonesia Raya, mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Dari para kepala sekolah inilah kita bisa mengubah Indonesia. Kita bisa mengubah Indonesia dari pendidikan dan ini bisa dibuktikan oleh teori geopolitik Soekarno,” sebut Sekjen PDI Perjuangan tersebut.

Pria asal Yogyakarta itu mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan spirit of leadership.

Bahkan disinggungnya juga mayoritas orang Indonesia mengalami kemerosotan yang drastis termasuk disiplin yang paling elementer, disiplin waktu.

Dia mengatakan geopolitik penting karena mengajarkan ilmu kepemimpinan Indonesia bagi bangsa lain di dunia. Hasto menyebutkan peran Bung Karno mendorong kemerdekaan sejumlah negara.

“Kalau saya bicara geopolitik Bung Karno, pada dasarnya kepemimpinan Indonesia. Kalau dalam dunia militer kita melakukan force projection, suatu unjuk kekuatan kita di luar batas wilayah negeri,” ujarnya.

“Hari ini saya sangat beruntung, bertemu dengan para kepala sekolah yang diharapkan mampu menggelorakan pada anak didiknya semangat untuk melakukan penelitian dan dengan itu Indonesia menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa dunia sesuai dengan teori geopolitik Soekarno,” sambung dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Proyeksi Pembiayaan Pilgub Jatim dan Dasar Dana Cadangan Rp600 M Diperjelas

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta Pemprov Jatim memperjelas proyeksi keseluruhan kebutuhan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang: Perubahan APBD Jangan Sekadar Geser Angka, Harus Berdampak ke Rakyat

MALANG — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mengingatkan Pemerintah Kabupaten Malang agar Perubahan APBD ...
HEADLINE

Dua Ambulans DPC Sidoarjo Bantu Evakuasi Ratusan Santri Keracunan Makanan 

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menerjunkan dua tim ambulans dalam peristiwa keracunan massal ...
LEGISLATIF

P-APBD 2026 Disahkan, Ketua DPRD Ngawi Ingatkan 5 Program Prioritas RKPD

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko (King) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi agar ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta KONI Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk ...
LEGISLATIF

Baru 26 dari 190 Titik Punya ZoSS, Dewanti Minta Sekolah Rawan Kecelakaan di Malang Segera Dipetakan

SURABAYA — Fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di Kabupaten Malang dinilai masih jauh dari kebutuhan. Dari 190 ...