Sabtu
18 April 2026 | 10 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto Ajak Para Pendidik Ikut Sebarkan Energi Positif bagi Seluruh Bangsa

pdip-jatim-220928-sekjen-subang-1

SUBANG – Pakar geopolitik Dr Hasto Kristiyanto mengatakan para pendidik ikut menyebarkan energi positif bagi seluruh bangsa. Caranya, dengan mendidik para siswanya agar mereka mempunyai mentalitas sebagai pemimpin.

Saat di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, Astha Hannas, Subang, Jawa Barat, Selasa (27/9/2022), Hasto menginspirasi para kepala sekolah dengan menyebut tugas mereka sangat penting untuk menjadikan para siswa sebagai calon pemimpin Indonesia di masa mendatang.

Yakni pemimpin yang menjadikan Indonesia sebagai pemimpin bagi bangsa-bangsa di dunia. (Baca juga: Hasto Terima Pin Kehormatan dari Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia)

Hasto memberi contoh kemampuan mengekspor pete dan jengkol ke luar negeri mungkin dilihat hal sederhana. Tapi sebenarnya penting agar ke depan yang diekspor bukan bahan-bahan mentah, sekaligus membangun kepemimpinan Indonesia di bidang kuliner.

“Force projection adalah ketika kita mengekspor pete dan jengkol ke Jepang. Ini menunjukkan bahwa bangsa kita punya kemampuan untuk melakukan penetrasi ke pasar Jepang,” ucap Hasto saat menyampaikan kuliah umum berjudul “Perspektif Pemikiran Bung Karno dalam Geopolitik dan Penerapan Nilai-nilai Pancasila” yang diikuti para kepala sekolah.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga mengatakan betapa pentingnya peran penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), pentingnya peran guru dan kepala sekolah dalam memajukan Indonesia Raya, mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Dari para kepala sekolah inilah kita bisa mengubah Indonesia. Kita bisa mengubah Indonesia dari pendidikan dan ini bisa dibuktikan oleh teori geopolitik Soekarno,” sebut Sekjen PDI Perjuangan tersebut.

Pria asal Yogyakarta itu mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan spirit of leadership.

Bahkan disinggungnya juga mayoritas orang Indonesia mengalami kemerosotan yang drastis termasuk disiplin yang paling elementer, disiplin waktu.

Dia mengatakan geopolitik penting karena mengajarkan ilmu kepemimpinan Indonesia bagi bangsa lain di dunia. Hasto menyebutkan peran Bung Karno mendorong kemerdekaan sejumlah negara.

“Kalau saya bicara geopolitik Bung Karno, pada dasarnya kepemimpinan Indonesia. Kalau dalam dunia militer kita melakukan force projection, suatu unjuk kekuatan kita di luar batas wilayah negeri,” ujarnya.

“Hari ini saya sangat beruntung, bertemu dengan para kepala sekolah yang diharapkan mampu menggelorakan pada anak didiknya semangat untuk melakukan penelitian dan dengan itu Indonesia menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa dunia sesuai dengan teori geopolitik Soekarno,” sambung dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Diana Sasa Dorong Evaluasi Tambang Jatim, Soroti Dampak Galian C di Magetan

Diana Sasa mendorong evaluasi tambang di Jawa Timur setelah keluhan warga terkait dampak galian C di Magetan, mulai ...
HEADLINE

Megawati Tegaskan Pemikiran Bung Karno, Kader PDIP Harus Visioner dan Membumi

Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya pemikiran Bung Karno bagi kader PDIP agar visioner, membumi, serta ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tempatkan ASN di Setiap RW, Perkuat Program Kampung Pancasila

Eri Cahyadi menempatkan ASN sebagai pendamping di setiap RW untuk memperkuat Program Kampung Pancasila 2026 dan ...
KRONIK

Fraksi PDIP DPRD Sumenep Ngonthel ke Kantor, Hosnan: Dukung Penghematan BBM

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep mengimbau seluruh anggotanya untuk menggunakan sepeda ontel saat ...
EKSEKUTIF

Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem, Bupati Yani Minta PMI Gresik Perkuat Kesiapsiagaan dan Libatkan Generasi Muda

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memperkuat ...
BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...