Minggu
12 Juli 2026 | 12 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Raya Idul Fitri, PDIP Surabaya: Saling Memaafkan, Tingkatkan Kualitas Persaudaraan

pdip-jatim-220502-adi-sutar

SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah kepada seluruh umat muslim, khususnya yang ada di Kota Pahlawan.

“Selamat Lebaran, selamat Idul Fitri 1443 H. Mohon maaf lahir dan batin. Ini momentum indah untuk bergembira dan berbahagia bersama keluarga tercinta. Dan akan jauh lebih indah kita senantiasa peduli kepada tetangga, dengan membantu mereka yang membutuhkan,” ucap Adi Sutarwijono di Kota Surabaya, Minggu (2/5/2022).

Adi mengatakan, Lebaran tahun ini sungguh terasa spesial. Sebab, setelah dua tahun dilakukan pembatasan perjalanan saat momen Lebaran, tahun ini mudik diperbolehkan pemerintah. Semuanya menambah keceriaan momentum Lebaran.

“Perjalanan mudik yang penuh warna, penuh kegembiraan, menjadi penanda kemeriahan Lebaran yang khas Indonesia. Mudik juga menghasilkan dampak ekonomi luar biasa, UMKM bergeliat, warung-warung laris, destinasi wisata semarak. Itu semua turut memulihkan ekonomi,” papar Adi yang juga Ketua DPRD Surabaya ini.

Dia menambahkan, Lebaran menjadi penanda pentingnya membuka pintu maaf bagi siapapun. Dalam berbagai perjumpaan antar sesama insan, pasti ada kekurangan dan kekhilafan.

“Sehingga memaafkan dan dimaafkan adalah bagian dari kehidupan manusia. Inilah indahnya Lebaran, indahnya Idul Fitri, kita saling membuka diri untuk meminta maaf. Dan, sekaligus memaafkan siapapun atas kesalahan dan kekhilafan yang terjadi di masa lampau,” ujarnya.

Keluarga besar PDIP Surabaya, lanjut Adi, pastinya juga memiliki kekurangan dalam menjalankan berbagai program kepartaian maupun saat mengawal program pembangunan.

“Kami keluarga besar PDI Perjuangan Surabaya memohon maaf untuk segala kekurangan dalam membantu dan mendampingi warga masyarakat. Saling memaafkan sekaligus merajut persaudaraan,” tambah dia.

Adi pun menyinggung tradisi halal bihalal di masyarakat Indonesia. Istilah tersebut lahir dari dialog Presiden Republik Indonesia pertama Ir Soekarno dan ulama NU KH Wahab Chasbullah.

Pada 1948, saat awal Republik Indonesia berdiri, masih diwarnai banyak pertentangan politik. Bung Karno meminta pendapat dari KH Wahab Chasbullah, yang kemudian diberikan saran agar diselenggarakan silaturahim antar-anak bangsa.

Bung Karno meminta istilah lain, sehingga tercetuslah “halal bihalal”, sebuah penanda bahwa setiap pertentangan dan konflik antar-anak bangsa harus saling dimintakan maaf. Dan, halal bihalal menjadi tradisi Lebaran Idul Fitri di masyarakat Indonesia hingga saat ini.

“Kemeriahan halal bihalal menjadi ciri khas Lebaran di Indonesia. Mari terus kita jaga untuk meningkatkan kualitas persaudaraan. Sambil kita menggerakkan kembali tumbuhnya sektor ekonomi, dan sektor-sektor lain kehidupan masyarakat,” ajaknya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Stop Stigma “Dua Kaki”, saatnya Bicara Solusi untuk Rakyat

Oleh Ony Setyawan* DI TENGAH derasnya dinamika politik nasional, PDI Perjuangan kembali menjadi sorotan. Salah satu ...
KABAR CABANG

Selorejo Awali Musyawarah Ranting PDIP di Kabupaten Blitar, Guntur Wahono: Jadi Contoh Konsolidasi Partai

BLITAR – Perjuangan Kabupaten Blitar memulai Musyawarah Ranting (Musran) dari Kecamatan Selorejo yang menjadi ...
KABAR CABANG

Perkuat Struktur Partai, DPC Kabupaten Pasuruan Gelar Musran di 4 Kecamatan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan secara serentak menggelar ...
KRONIK

Ribuan Umat Hindu Hadiri Piodalan, Senduro Jadi Simbol Keberagaman di Lumajang

LUMAJANG – Menjaga kerukunan tidak hanya diwujudkan melalui ajakan untuk saling menghormati, tetapi juga dengan ...
LEGISLATIF

Nila Yani Kawal Kepulangan Pekerja Migran di Gresik, Tegaskan Komitmen DPR RI Lindungi WNI

GRESIK – Kepulangan sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik disambut langsung oleh Anggota ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Minta Trotoar Dikembalikan untuk Pejalan Kaki, Bukan Area Parkir

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno minta trotoar dikembalika fungsinya sebagai ruang bagi ...