Minggu
27 September 2026 | 9 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Pertama Penjaringan, 3 Orang Daftar Bacawali ke PDI Perjuangan Kota Malang

pdip-jatim-240515-bacawali-malang

MALANG – DPC PDI Perjuangan Kota Malang membuka pendaftaran bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Malang mulai Rabu (15/5/2024) hari ini, hingga Senin (20/5/2024).

Di hari pertama pembukaan, sudah ada tiga orang yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon walikota (bacawali). Tiga orang itu, Ardantya Syahreza, Imam Supandi dan M Karis. Dari tiga nama tersebut, baru M Karis yang sudah menyerahkan formulir kembali.

“Untuk yang mengembalikan masih satu, Pak Karis, untuk yang dua Pak Imam Supandi dan Ardantya Syahreza masih pengambilan. Mereka semua mencalonkan sebagai calon wali kota,” kata Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Yusana Intyaswati, Rabu (15/5/2024).

Rencananya, Kamis (16/5/2024) besok, akan ada satu orang yang hendak mengambil formulir pendaftaran.

Nantinya, hasil penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Malang melalui DPC Kota Malang akan disampaikan ke DPD PDIP Jawa Timur dan DPP PDI Perjuangan.

“Jadi untuk sementara kita jaring dari masyarakat, tokoh-tokoh di Kota Malang, selanjutnya kita sampaikan ke Provinsi dan DPP terkait hasil dari tim 5 itu,” katanya.

Sosok Ardantya Syahreza diketahui sebagai Chairman of Malang Health Tourism Board dan pengusaha. Kemudian, Imam Supandi merupakan Kepala SMK Mahardika, Karangploso, Kabupaten Malang, dan salah satu pengasuh pondok pesantren.

Sedangkan, M Karis merupakan mantan ASN Pemkot Malang. M Karis mengatakan, kedatangannya siang tadi untuk menyerahkan formulir pendaftaran yang sudah dilengkapinya.

Sebelumnya, dia telah mengambil formulir pagi. “Saya menyerahkan formulir, untuk mendaftarkan sebagai bakal calon wali kota Malang,” katanya.

Motivasinya ingin menjadi wali kota Malang karena mau melanjutkan tugasnya sebagai pegawai pemerintah daerah.

Berbekal pengalamannya sebagai ASN di Pemkot Malang selama 18 tahun, Karis percaya diri bisa memimpin Kota Malang. Dia mengaku pernah bertugas di Bappeda dan Bagian Perekonomian Pemkot Malang.

“Saya dua kali di Bappeda berhubungan dengan perencanaan anggaran dan sebagainya. Kemudian saya pernah di Kabag Perekonomian, kaitannya dengan ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.

“Kota Malang ini harus kembali ke tempo dulu, dengan udara sejuk, kemudian ekonomi kerakyatan menjadi sentra budaya,” imbuh Karis. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

DPC Bojonegoro Berduka untuk Mas Guruh, Kirim Air Bersih ke 7 Desa Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Seluruh jajaran DPC PDI Perjuangan Bojonegoro berduka seiring berpulangnya, Guruh Irianto ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Desak Pemprov Perketat Perlindungan Data Warga untuk Cegah Pinjol Ilegal

SURABAYA – DPRD Jawa Timur mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memperkuat sistem pelindungan data pribadi ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono: Aspirasi Anak Muda Harus Berujung Kebijakan, Bukan Berhenti di Forum

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menegaskan, persoalan yang disampaikan ...
KOLOM

Guruh Soekarnoputera: Seniman Besar, Marhaenis, dan Pejuang Partai

Oleh: Hasto Kristiyanto* INDONESIA kembali berduka. Pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB, di Rumah Sakit ...
KRONIK

Akad Massal KPR Subsidi di Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Akses Rumah Terjangkau

BANYUWANGI – Sebanyak 100 keluarga di Banyuwangi mengikuti akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi, ...
SEMENTARA ITU...

Ngaji Pusaka Jadi Ruang Edukasi Generasi Muda, Doding: Kenalkan Keris sebagai Warisan Budaya

TRENGGALEK – Tradisi Ngaji Pusaka dalam rangkaian Bersih Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, ...