Sabtu
05 September 2026 | 5 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Guntur Wahono Dorong Pemprov Perhatikan Petani Organik

pdip-jatim-250220-blitar-go-organik

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong pemerintah provinsi untuk memberikan perhatian lebih kepada para petani organik. Menurutnya, pemerintah harus hadir dalam mendukung pengembangan pertanian organik, agar petani tidak mengalami kerugian akibat harga jual yang tidak stabil.

Menurut Guntur, para petani organik di Jawa Timur sudah mulai berkembang dengan baik, tapi mereka masih menghadapi tantangan besar. Terutama dalam pemasaran hasil pertanian.

“Sering kali mereka harus memasarkan sendiri hasil panennya tanpa campur tangan pemerintah. Padahal, di negara lain seperti Thailand, pemerintah ikut serta dalam pemasaran hasil pertanian, sehingga petani bisa lebih fokus pada peningkatan produksi dan kualitas,” ungkap Guntur Wahono di Surabaya, Kamis (20/2/2025).

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut menyoroti langkah sejumlah kelompok tani di Gadungan, Gandusari, Blitar yang bahkan harus mendatangkan praktisi pertanian dari Thailand untuk belajar teknik budidaya yang lebih efisien dan menguntungkan.

Menurutnya, Thailand saat ini menjadi kiblat pertanian dunia karena sukses mengembangkan sistem pertanian yang menguntungkan petani sekaligus berkelanjutan.

“Kita harus belajar dari Thailand, di mana masyarakat hanya fokus menanam dan menghasilkan produk, sementara pemerintah yang bertanggung jawab dalam pemasaran. Kalau di Indonesia, petani harus berjuang sendiri mulai dari produksi hingga pemasaran, sehingga mereka sering kali kewalahan,” sebutnya.

Guntur menegaskan bahwa tanpa campur tangan pemerintah, petani akan terus menghadapi kendala dalam memasarkan produk mereka, baik itu padi, buah-buahan, maupun komoditas lainnya.

Jika pemerintah bisa memberikan pendampingan yang lebih intensif, termasuk membantu akses ke pasar yang lebih luas, dia yakin pertanian organik di Jawa Timur dapat berkembang lebih pesat dan menjadi sektor yang lebih menjanjikan bagi para petani.

Kesimpulannya, imbuh Guntur, kalau tidak ada peran pemerintah dalam pemasaran, maka petani akan terus mengalami kesulitan. Mereka bisa memproduksi hasil pertanian berkualitas, tetapi tanpa pasar yang jelas, mereka tetap akan mengalami kerugian.

“Oleh karena itu, pemerintah harus hadir, tidak hanya dalam bentuk regulasi, tetapi juga dalam pengawalan produksi dan distribusi agar petani organik di Jawa Timur bisa lebih sejahtera,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...