Senin
18 Mei 2026 | 8 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gobak Sodor hingga Egrang Meriahkan Bulan Bung Karno 2025 di Ngawi

IMG-20250629-WA0036_copy_446x293

NGAWI – Suasana Alun-alun Merdeka Ngawi mendadak riuh oleh gelak tawa ratusan pelajar tingkat SD dan SMP yang mengikuti lomba permainan tradisional. Kegiatan ini digelar dalam rangka penutupan Bulan Bung Karno 2025, sekaligus menjadi ajang pelestarian budaya di tengah era digitalisasi.

Berbagai permainan tradisional seperti gobak sodor, egrang, dan balap bakiak dimainkan dengan penuh antusias. Festival ini terselenggara atas kolaborasi antara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Ngawi. Musik jadul turut menambah semarak suasana.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono secara resmi membuka kegiatan ini. Turut hadir Wakil Bupati Ngawi dan Ketua DPRD Ngawi, yang bahkan ikut menjajal sejumlah permainan bersama peserta.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengatakan bahwa lomba permainan tradisional ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap budaya lokal yang mulai tergerus zaman.

“Permainan tradisional makin terpinggirkan. Anak-anak kita jarang memainkan permainan rakyat. Melalui lomba ini, kita ingin menumbuhkan kembali kecintaan pada budaya dan kebersamaan,” ujar Mas Antok, Minggu (29/6/2025).

Menurutnya, permainan tradisional memberi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan energi dalam kegiatan positif, tanpa perlu teknologi canggih. “Alatnya sederhana, tapi penuh makna. Ada nilai kebersamaan, sportivitas, dan kreativitas,” tambahnya.

Ketua KORMI Ngawi, Yuwono Kartiko (King), menjelaskan bahwa dalam festival ini terdapat tiga jenis permainan yang dilombakan: gobak sodor, egrang, dan balap bakiak. Ia menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, tapi sarana edukasi bagi anak-anak.

“Ini adalah bagian dari Bulan Bhakti Bung Karno, sebagai pengingat bagi generasi muda akan pentingnya mengenal dan melestarikan olahraga tradisional Indonesia,” ujar Pak King, yang juga Ketua DPRD Ngawi.

“Momentum ini bukan hanya lomba, tapi juga cara untuk membuat anak-anak tetap merdeka dalam bergerak dan dekat dengan akar budaya mereka,” tandasnya. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

PDIP Jatim Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Komunikasi Politik Digital

PDI Perjuangan Jatim dorong anak muda aktif membangun komunikasi politik digital dan citra partai di media sosial. ...
KABAR CABANG

PDIP Lamongan Siap Tuntaskan Kepengurusan di Tingkat Dusun dan RW

PDIP Lamongan menargetkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat ranting dan anak ranting di 1.400 dusun. LAMONGAN ...
HEADLINE

PDIP Jatim Pastikan Anak Muda Terlibat Langsung dalam Pengambilan Keputusan Partai

PDIP Jatim membuka ruang besar bagi generasi muda agar terlibat langsung dalam pengambilan keputusan partai. ...
KRONIK

Bupati Bangkalan Luncurkan Program Subsidi Nol Persen untuk UMKM

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan meluncurkan program subsidi bunga nol persen bagi pelaku Usaha ...
KABAR CABANG

Ketika Tari Jaka Mada Menjadi Ruh Pelantikan PAC dan KSB Ranting PDIP Lamongan

Tari Jaka Mada memukau pelantikan PAC dan KSB Ranting PDIP Lamongan dengan pesan kepemimpinan, budaya, dan semangat ...
RUANG MERAH

Dolar Memang Tidak Dipakai di Desa, Tetapi Dampaknya Masuk Sampai ke Dapur

Oleh Didik Prasetiyono* PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk bahwa “rakyat desa nggak pakai dolar” ...