Kamis
03 April 2025 | 12 : 05

GMNI Surabaya Gagas Distribusi Beras Marhaen, Ini Apresiasi Whisnu

pdip-jatim-gmni-surabaya-110520-2

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mendukung tekad aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang menggagas pendistribusian beras Marinda (Marhaen Indonesia).

Terlebih, beras yang saat ini dibagikan DPC GMNI Surabaya ke masyarakat terdampak wabah virus Corona (Covid-19) itu, dibeli langsung dari petani. Ke depan pasca meredanya pagebluk Corona, Whisnu mendorong GMNI tetap melakukan distribusi beras berkualitas bagus ini dengan harga murah.

“Dengan begini adik-adik GMNI juga menguatkan kemandirian dengan berwirausaha,” kata Whisnu, Selasa (12/5/2020).

Baca juga: GMNI Surabaya Gelar Aksi Lawan Corona, Whisnu: Bisa Kolaborasi dengan Pemkot

Wawali yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini menambahkan, upaya distribusi beras, apalagi melalui koperasi, adalah bagian dari menumbuhkan dan memupuk jiwa-jiwa mandiri, jiwa-jiwa pejuang, jiwa-jiwa petarung, seperti amanah ajaran Bung Karno dalam Trisakti-nya.

Di masa pandemi Covid-19 sekarang, pria yang akrab disapa WS ini mengapresiasi aksi GMNI Surabaya yang mendistribusikan beras Marinda secara gratis ke masyarakat terdampak.

Menurutnya, peran serta GMNI Surabaya ini sebagai upaya gotong royong bersama elemen masyarakat lainnya, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya di Kota Pahlawan.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Surabaya, Ravi Hafids Maheswara mengatakan, masa pandemi global ini dijadikan momentum untuk menggagas distribusi beras Marinda. Menurutnya, beras tersebut diambil langsung dari para petani di wilayah Jawa Timur.

Distribusi beras Marinda ini, sebutnya, merupakan aksi GMNI dalam menjawab kondisi saat ini. Dia menyatakan, kondisi pandemi saat ini sangat berpengaruh terhadap kebutuhan pokok.

Ketika stok sembako menipis, kata Ravi, harganya akan semakin naik. Dan itu, sebutnya, akan menambah beban rakyat.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya ini menegaskan, upaya pembelian beras dari petani langsung juga untuk memutus rantai tengkulak. “Karena para tengkulak kerap memainkan harga yang menyusahkan petani,” ujar dia.

Di sisi lain, imbuh Ravi, adanya beras Marinda sekaligus menjadi trigger awal dalam mengaktifkan kembali Koperasi Marhaen.

Dia menyebut peran koperasi, yakni Koperasi Marhaen Indonesia (Kopi Manis) perlu ditingkatkan. “Koperasi ini untuk mengafirmasi hal-hal seperti ini. Pemenuhan kebutuhan sembako, kedepan juga gula dan bahan pokok lainnya,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Libur Lebaran di Surabaya, Eri Cahyadi Instruksikan Direktur Tempat Wisata Lakukan Ini

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menginstruksikan direktur tempat wisata, terutama Kebun Binatang Surabaya (KBS), ...
KLIPING MEDIA

Jubir PDI Perjuangan Sebut Kunjungan Didit Prabowo ke Rumah Megawati Tulus Tanpa Tendensi Politik

JAKARTA – Juru bicara (jubir) PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli menilai, kunjungan putra Presiden Prabowo ...
SEMENTARA ITU...

Open House Lebaran, Eri Cahyadi Ajak Warga Surabaya Saling Membantu dan Saling Menguatkan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar open house pada Lebaran Hari Raya Idul Fitri, Senin ...
KRONIK

Gelar Open House, Bupati Fauzi Ajak Warga Sumenep Silaturahmi ke Kediamannya

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah bersama istrinya, Nia ...
EKSEKUTIF

Wabup Lumajang Open House Lebaran di Rumah Dinas, Lanjut di  Kampung Halaman

LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menggelar open house pada perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah. Open ...
KRONIK

Ahmad Basarah: Silaturahmi Megawati dan Prabowo Tinggal Tunggu Waktu

JAKARTA – Ketua DPP sekaligus jubir PDI Perjuangan Ahmad Basarah angkat bicara soal rencana silaturahmi pertemuan ...