Selasa
10 Maret 2026 | 4 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gerakan Bikin Masker Sendiri dapat Respon Masyarakat Magetan

pdip-jatim-masker-magetan1

MAGETAN – Gerakan “Warga melindungi Warga” terkait upaya melawan penyebaran virus Corona yang digagas anggota Komisi A dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih mulai dapat sambutan elemen masyarakat di Kabupaten Magetan.

“Dua hari setelah gagasan #maskeruntuksemua dibagikan ke beberapa jaringan, ternyata ada yang merespon dengan cukup antusias. Sudah ada beberapa desa, dan pondok pesantren mulai membikin masker kain yang akan dibagikan gratis kepada masyarakat,” ungkap Diana Sasa, Selasa (7/4/2020).

Baca juga:

> Jokowi: Keluar Rumah, Wajib Pakai Masker!

> Diana Sasa Gerakkan Warga Produksi Masker Sendiri

Legislator yang juga pegiat literasi dan penulis ini menyebut Ponpes Roudlotul Huda, Desa Kedungpanji, di Kecamatan Lembeyan, mulai membuat masker kain dengan menyulap ruang praktik tata busana menjadi tempat produksi.

“Pengasuh pondok ini cepat tanggap. Senyampang santrinya libur/dipulangkan, sebagian yang tetap tinggal di pondok memilih jadi relawan menjahit masker. Nantinya masker kain itu akan dibagikan gratis pada warga sekitar pondok,” jelasnya.

Anggota dewan dari dapil 9 Jatim (Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi) ini juga mencontohkan Desa Turi di Kecamatan Panekan.

Menurut Sasa, pamong Desa Turi merespon gerakan saling peduli warga dengan menggalang donatur desa untuk membeli kain. Kemudian relawannya menjahit maskernya.

“Info yang masuk, segera menyusul 8 desa lain yang akan membuat masker kain dengan memanfaatkan relawan setempat. Masker yang mereka buat nantinya dibagikan gratis untuk warga desa setempat. Alhamdulillah, ini sungguh membahagiakan,” ucap dia.

Jika gerakan ini sudah meluas di masyarakat, sebutnya, maka ini mendukung imbauan terbaru dari pemerintah, yakni mewajibkan masyarakat memakai masker setiap keluar rumah.

Dalam proses produksi masker kain ini, Diana Sasa membantu bahan kain. “Tidak banyak, hanya untuk stimulan. Selanjutnya desa bisa menganggarkan dari dana desa,” jelasnya.

Dengan pola seperti ini, dia optimistis konsep “warga melindungi warga” itu dapat terwujud. “Bagi saya, ini juga sebagai bentuk akhir dari implementasi Pancasila, yakni terwujudnya gotong royong di masyarakat,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Seleksi Terbuka Banteng Jatim FC U-17 di Bangkalan, Bupati Lukman: Panggung Emas untuk Atlet Muda

BANGKALAN – Kabupaten Bangkalan bersiap menjadi pusat perhatian talenta muda sepakbola di Pulau Madura. DPD PDI ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Dorong Pengembangan Wisata Blitar, Sertifikasi Pelaku Wisata Jadi Kunci

BLITAR – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Blitar dinilai perlu terus dioptimalkan agar mampu memberikan ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Tindaklanjuti Laporan Makanan Bermasalah dalam Program MBG

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita memastikan pihaknya akan menindaklanjuti temuan ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi: Wisata Kota Harus Berdampak Ekonomi bagi UMKM dan Warga

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya menarik ...
KRONIK

Bukber Tanpa Sekat di Pendopo Nganjuk, Ribuan Warga Duduk Bersila Bersama Bupati

NGANJUK – Menjelang senja di bulan Ramadan, Pendopo KRT Sosro Koesoemo Nganjuk tampak berbeda dari biasanya. Jika ...
LEGISLATIF

Sosialisasikan Perda Kehutanan, Erma Susanti Tekankan Manfaat bagi Warga Sekitar Hutan

BLITAR – Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Kehutanan Jawa Timur 2025 diharapkan dapat memperkuat ...