SURABAYA – Upaya generasi muda di Kutisari, Surabaya, membangun usaha produktif untuk menggerakkan perekonomian kampung mendapat apresiasi dari Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno.
Saat kegiatan reses di RW 02 Kutisari, Jumat (2/10/2026) lalu, Anas mengatakan, langkah Karang Taruna RW 02 Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, tersebut menjadi contoh positif bagi generasi muda di wilayah lain.
“Saya sangat mengapresiasi upaya teman-teman Gen Z di Kutisari yang tidak hanya berpikir tentang kegiatan organisasi, tetapi juga bagaimana menciptakan usaha yang bisa meningkatkan perekonomian kampung. Ini contoh yang sangat baik dan patut diteladani oleh Gen Z di wilayah lain,” kata Anas, dikutip Selasa (6/10/2026).
Dia menilai generasi muda memiliki kreativitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi yang dapat menjadi kekuatan untuk menggerakkan ekonomi dari tingkat kampung.
Karena itu, Anas mendorong anak-anak muda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi ikut tampil sebagai pelaku yang menciptakan peluang ekonomi baru di lingkungan tempat tinggalnya.
“Ketika anak-anak muda mulai bergerak membangun usaha dan menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif, dampaknya bukan hanya untuk mereka sendiri, tetapi juga untuk kemajuan kampung. Gen Z bisa menjadi salah satu motor penggerak perekonomian kampung di Surabaya,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Ketua Karang Taruna RW 02 Kutisari, Gilang Dwi Nugroho, mengatakan para pemuda setempat telah menyelesaikan proses administrasi dan kini menunggu tahapan verifikasi program pemberdayaan pemuda.
Sembari menunggu proses tersebut, para pemuda mematangkan rencana usaha yang akan dikembangkan bersama.
Gilang mengatakan program pemberdayaan tersebut membuka ruang bagi pemuda untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga belajar mengelola aktivitas ekonomi yang produktif.
“Program ini sangat membantu teman-teman pemuda. Selain untuk kegiatan kampung, juga bisa menjadi peluang mengembangkan usaha yang produktif,” ujarnya.
Ia berharap langkah tersebut menjadi awal lahirnya usaha-usaha baru yang dikelola generasi muda. Selain meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kebersamaan warga.
Anas Karno berharap model pemberdayaan seperti yang dilakukan pemuda Kutisari dapat semakin banyak diterapkan di wilayah lain. Menurutnya, program yang menyentuh langsung kebutuhan dan potensi pemuda akan lebih bermanfaat jika diarahkan pada kegiatan produktif dan berkelanjutan.
Arah tersebut juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Surabaya dalam mendorong pemanfaatan anggaran kegiatan Gen Z di tingkat RW.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya menegaskan anggaran tersebut tidak diarahkan untuk kegiatan yang sekadar bersifat seremonial atau kepanitiaan. Program harus mampu mendorong aktivitas ekonomi dan menciptakan penghasilan bagi anak-anak muda.
“Jadi, kita memang tidak memberikan anggaran ini untuk kegiatan yang bersifat kepanitiaan. Tapi yang bersifat bagaimana bisa menggerakkan penghasilan, ekonomi, dan punya penghasilan,” ujarnya.
Eri menyebut sejumlah program produktif yang digagas anak muda telah berjalan di berbagai kelurahan dan kecamatan di Surabaya.
Anas berharap semakin banyak Gen Z Surabaya berani memanfaatkan ruang pemberdayaan tersebut secara kreatif. Dengan begitu, program tidak hanya menghasilkan kegiatan di tingkat kampung, tetapi juga dapat melahirkan usaha baru dan memperkuat ekonomi kerakyatan. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










