oleh

Gelar Sarasehan Pemikiran Bung Karno, DPD Jatim Bedah Tata Negara

-Kronik-15 kali dibaca

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar sarasehan dengan tajuk “Aktualisasi Pemikiran Bung Karno di Bidang Tata Negara”, di Aula lantai 2 kantor DPD, Sabtu (25/6/2022).

Adapun narasumber yang dihadirkan, di antaranya, dosen ilmu politik Unair, Airlangga Pribadi Kusman, pegiat kajian kebangsaan dan Pancasila, Bambang Noorsena, anggota Komisi II DPR RI sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Arif Wibowo.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari Bisowarno, mengatakan, salah satu rangkaian dalam peringatan Bulan Bung Karno ini digelar guna memantapkan jiwa para kader dalam mengimplementasikan pemikiran Ir. Soekarno.

“Bung Karno adalah sosok manusia yang sangat jenius melampaui zamannya. Berpikir untuk bangsanya melebih dirinya sendiri dalam berbagai bidang. Mulai dari ketatanegaraan, kesenian, keilmuan, kepemerintahan, dan berbagai hal lain,” ujarnya.

Tema yang dipilih juga berkaca dengan kondisi saat ini, di mana sistem ketatanegaraan tidak berjalan semestinya. Fungsi MPR yang seharusnya sebagai penengah dan memegang kekuasaan tertinggi, kini menjadi setara dan berpotensi menimbulkan kericuhan.

Karena itu perlu pemikiran-pemikiran Bung Karno untuk mengembalikan nilai-nilai Pancasila yang sebelumnya sempat melenceng.

“Lembaga negaranya tidak ada yang lebih tinggi, sehingga satu sama lain bisa saling bertarung. Jadi, dari sarasehan ini kita bisa memberi gambaran bahwa Indonesia harusnya ketatanegaraannya bukan begini,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Whisnu Sakti Buana. Ia mengatakan, keadaan ini harus dibedah dan dibenahi agar tidak semakin keluar dari dasar ideologi bangsa.

“Sarasehan juga ingin membedah semua pemikiran Bung Karno. Hari ini kita bicara demokrasi Indonesia, menurut kami sudah keluar jalur dari Pancasila,” ujarnya saat membuka acara sarasehan.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Arif Wibowo, mengungkapkan, bahwa sesungguhnya negara dibangun oleh dan untuk bangsa. Indonesia adalah negara kesatuan dengan dasar negara Pancasila yang harus terus dijaga dan dikawal agar tidak menjadi liberal.

“Sekarang coba kita hidupkan kembali garis besar dari pada haluan negara. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama tentang susunan sistem ketatanegaraan yang akan kita bakukan untuk negara kita ke depan,” tandasnya.

Sekadar informasi, gelaran sarasehan tersebut berlangsung bersamaan dengan Lomba Sajian Kuliner Mustika Rasa yang juga digelar di DPD PDI Perjuangan Jatim hari ini. (nia/set)