Minggu
09 Agustus 2026 | 5 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gedung Pertunjukan Tak Layak, Seniman Ludruk Surabaya Mengeluh

pdip-jatim-ludruk-irama-budaya

SURABAYA – Seniman ludruk yang biasa manggung di Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya mengeluhkan masalah seputar ‘perludrukan’ ke kalangan anggota dewan.

Bermacam persoalan, seperti gedung tempat manggung yang dinilai sangat tidak layak, hingga sepinya penonton, disampaikan kelompok kesenian Ludruk Irama Budaya, saat hearing dengan Komisi D DPRD Surabaya beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengapresiasi aspirasi seniman ludruk, khususnya soal kelayakan tempat pertunjukan.

Padahal, sebutnya, pertunjukan ludruk di THR bila rutin digelar dengan penonton memadai, sedikit banyak juga akan memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD).

“Namun memang sarana dan prasarananya tak layak, terkesan kusam dan kumuh,” kata Agustin, kemarin.

Legislator dari PDI Perjuangan ini menyebutkan, selama ini, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran untuk perawatan gedung kesenian di THR. Namun, dia tak mengetahui besarannya.

Pihaknya berharap, pembenahan gedung pertunjukan seni di THR dilakukan, meski renovasi tersebut tak sebagus dengan rencana pembangunan gedung kesenian di tempat itu setelah kontrak dengan PT Sasana Boga, pengelola gedung hi-tech mall THR selesai.

Sementara itu, saat hearing di Komisi D DPRD Surabaya, Sekretaris Ludruk irama Budaya, Meimura mengungkapkan, setelah selama 30 tahun berkarya, kelompoknya sudah 7 tahun pentas di THR. Pementasan di gedung THR itu atas undangan Pemkot Surabaya.

Namun, pihaknya merasa sarana dan prasarana yang digunakan tidak representative. Dari sejumlah pementasan, banyak penonton yang mengeluh karena merasa tidak nyaman dengn kondisi gedung pertunjukan.

“Penonton menyampaikan toiletnya tak layak. Ketika kami akan menangani, itu kewenangan pemerintah kota,” paparnya.

Di sisi lain, pihaknya juga terbebani dengan biaya-biaya operasional lainnya yang harus ditanggung sendiri seperti listrik, air dan sebagainya. “Soal retribusi  kalau sepi kita digratiskan,” paparnya.

Menurut Meimura masyarakat yang menyaksikan kesenian rakyat “Ludruk” menginginkan tempat pertunjukan bagus, indah dan sebagainya.

Dia menambahkan, di THR tak ada perubahan apapun. Pihaknya menginginkan dikembalikan ke tempat pertunjukan semula, yakni gedung ludruk di Pulo Wonokromo. “Saya ingin dikembalikan ke tobong, di situ damai,” harapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gelar Rapat Pleno Tahap I Pembentukan PR dan PAR

BOJONEGORO– DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Pleno Tahap I, Pembentukan Pengurus Ranting ...
SEMENTARA ITU...

Siti Mariyam Pimpin Kwarcab Surabaya 2026–2031, Bidik Bumi Perkemahan dan Ruang Kegiatan Pramuka

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Siti Mariyam resmi terpilih sebagai Ketua Kwartir Cabang ...
RUANG MERAH

Tantangan Menjaga Kedaulatan di Balik Gagasan Beras Satu Harga

Oleh Ony Setiawan* GAGASAN Perum Bulog untuk menerapkan kebijakan beras medium satu harga secara nasional memantik ...
LEGISLATIF

Andreas Eddy Pilih Reses Tanpa Sekat, Turun ke Kampung dan Dengarkan Warga

MALANG – Anggota DPR RI Komisi XI Andreas Eddy Susetyo memilih cara berbeda untuk menyerap aspirasi masyarakat. ...
SEMENTARA ITU...

Persiga U-17 Dituntut Tampil Maksimal di Piala Soeratin 2026, Doding: Harus Menang dan Lolos

TRENGGALEK – Persiga Trenggalek U-17 dituntut memaksimalkan status sebagai tuan rumah Piala Soeratin 2026 dengan ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Besuki Tingkatkan Kemenangan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Jajaran Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Besuki resmi terbentuk. ...