Ganjar yang Diganjar

Loading

NAMA Ganjar Pranowo membuat gempar. Pasca keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan, yang mentahbiskannya menjadi ksatria bagi partai untuk maju sebagai calon Presiden pemilu 2024, dari hasil rapat DPP PDIP Diperluas ke-140. Dihadiri khusus Presiden Jokowi.

Peta politik pun bergerak dan berubah cepat. Menjelang Pilpres 2024. Partai Hanura menyatakan dukungan. Terbaru, hasil Rapimpnas PPP. Partai berlambang Kabah itu berlabuh ke Ganjar.

Detik yang Bersejarah

Dahsyat! Efek keputusan Ibu Megawati. Siapa pun yang menyaksikan rapat itu, detik demi detik berlalu dengan menegangkan. Kata demi kata Ibu Megawati dicermati. Publik menunggu disertai penasaran.

Tepat pukul 13.45 WIB. Adalah detik bersejarah. Ketika dicetuskan maklumat yang selama ini ditunggu-tunggu rakyat, di seluruh penjuru tanah air.“Dengan memohon petunjuk Allah SWT, maka hari ini 21 April 2023, dan sekaligus sebagai tonggak perjuangan kaum perempuan Indonesia yang non-diskriminatif, setara dan dijamin konstitusi negara, maka pada jam 13.45 WIB…,” kata Presiden ke-5 RI itu, bertepatan momentum Hari Kartini.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, menetapkan saudara Ganjar Pranowo, sekarang adalah Gubernur Jawa Tengah, sebagai kader dan petugas partai untuk ditingkatkan penugasannya sebagai Calon Presiden Republik Indonesia dari PDI Perjuangan,” kata Ibu Megawati.

Setelah itu, meledaklah euforia di khalayak ramai. Dan, getarannya menjalar ke mana-mana. Mengguncang para pemimpin politik, lawan, kawan, hingga rakyat kebanyakan.

‘Ganjar Siji, Ganjar Kabeh’

Rakyat bersuka cita. Dan, mengkespresikan dengan cara masing-masing. Kalangan tua, anak-anak muda, laki-laki dan perempuan. “Merdekaaaa…!” teriak Muhammad Jupri, warga Peneleh, Surabaya. Yang menonton live streaming lewat ponselnya. Ia melonjak kegirangan, berteriak sekencang-kencangnya, di rumahnya.

“Ya ini keputusan Ibu Megawati yang ditunggu-tunggu rakyat,” kata Kaji Jupri, panggilan akrabnya. Ia merasakan gambaran terang benderang di kepalanya. “Wis gambaran padang (Sudah gambaran terang),” katanya.

Ia langsung mengabarkan pada para kerabat, tetangga, jaringan pertemanan. Ia merasakan suka cita luar biasa. Hari itu, 21 April, adalah juga hari terakhir Ramadan dan suasana Lebaran Idul Fitri 1444 H. Hari kemenangan umat muslim setelah sebulan berpuasa.

Nama Ganjar Pranowo seketika booming. Ia menjadi magnet. Merajai dunia maya di semua kanal medsos. Mendominasi teve, koran, media online, video, meme, infografis. Menjadi buah bibir di warung-warung kopi. Di pasar-pasar rakyat.

Menjadi obrolan seru di sela unjung-unjung Lebaran Idul Fitri. Diulas para pengamat dan tokoh-tokoh masyarakat, lokal dan nasional. Dan, terjadi glorifikasi di banyak tempat. Perayaan yang luar biasa.

Ada yang mencukur gundul rambutnya. Atau, beramai-ramai mencat putih rambutnya. Rambut putih ala Ganjar menjadi trend. Laris manis. Dan, menjadi pesan simbolik. Kelompok-kelompok relawan bermunculan dengan macam-macam nama. Meluncurlah desain pin, kaos, stiker, poster, twibbon. Lagu-lagu bermunculan. Diolah kreatif.

Salah satu yang ngehits lagu Ganjar Siji, Ganjar Kabeh, yang dinyanyikan Encik Krisna. “Banteng di mana-mana. Banteng merajalela. Selalu bersama untuk kita semua. Tengji, Tengbeh. Banteng siji, banteng kabeh. Ganjar di mana-mana. Ganjar memang mempesona, sampai kita terpana. Akhirnya kita harus ke sana. Jarji, Jarbeh. Ganjar siji, Ganjar kabeh.”

Doa dalam Sebuah Nama

Rapat DPP PDI Perjuangan itu tercatat ke-140. Setelah Kongres V PDIP, di Bali, tahun 2019. Dijelaskan Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, makna angka 140. “Angka 1 + 4 = 5. Lima sila Pancasila. Angka 0 (nol) itu berarti bulatnya tekad dan tujuan kader-kader PDI Perjuangan yang menyatu dengan rakyat,” kata Hasto, di pengantar rapat.

Nama Ganjar Pranowo, lulusan UGM, yang berakhiran huruf “o” banyak menjadi obrolan rakyat di akar rumput. Seperti pemimpin Indonesia sebelumnya. Presiden pertama Ir. Soekarno dan Presiden ke-7 Joko Widodo, yang namanya berakhiran huruf “o”. Empat dari tujuh presiden namanya berakhiran “o”.

Cocok dengan Ganjar Pranowo yang lahir di Karangayar, Jawa Tengah. Apakah akhiran nama huruf “o” akan diteruskan Presiden RI ke-8? Hasil pesta demokrasi 14 Februari 2024 akan menjawab. Lumrah terjadi mistifikasi seorang pemimpin.

Dalam masyarakat Jawa, arti kata “ganjar” dimaknai sebagai pemberian hadiah atau anugerah. Atas suatu dedikasi pencapaian, kebaikan atau pengabdian. Bisa jadi Ganjar, yang lahir tepat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1968, dimaknai oleh ayah-ibunya sebagai rahmat. Atau, anugerah dari Sang Maha Pencipta.

Dinamai Ganjar Pranowo, yang kira-kira maknanya sebagai anugerah yang indah. Terang. Cerdas, waskitho. Dalam sebuah nama itu, terkandung doa tulus dari orangtua. Agar kelak anak yang menyandang nama itu, hidupnya menjadi berkah bagi sesama. Bermanfaat dan membahagiakan hati banyak orang.

Melanjutkan Api Perjuangan Bung Karno

Dikenal politisi vokal, semasa anggota DPR RI. Lalu, Ganjar terpilih Gubernur Jawa Tengah. Dua kali. Melalui pemillihan langsung oleh rakyat. Periode pertama, dia menumbangkan incumbent. Namanya melambung di kalangan rakyat sebagai calon pemimpin Indonesia. Pasca Jokowi. Namanya meroket dan merajai berbagai survei.

Ganjar digadang-gadang publik sebagai Capres 2024. Cerdas dan merakyat. Rajin turun menemui rakyat. Supel dan gaul. Diterima banyak pihak. Dia figur nasionalis. Mantan aktivis GMNI. Kader PDIP yang ditempa dalam berbagai tugas politik dan pemerintahan. Dia juga dekat dengan kaum santri.

Sukses memimpin Jawa Tengah, dalam rapat DPP PDI Perjuangan Diperluas, Ibu Megawati meningkatkan penugasannya sebagai Calon Presiden RI 2024. Resmi diusung partai politik berlambang banteng moncong putih itu.

Penugasan itu klop dengan namanya. Sebagai hadiah yang membuat suka cita hati rakyat. Dalam arti lebih luas dan mendalam, “hadiah” bisa dimaknai sebagai tugas dan tanggungjawab yang harus dipikul dalam skala lebih luas. Terjadi peningkatan penugasan. Yakni, menjaga tumpah darah negara kesatuan Republik Indonesia. Teguh menjaga ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945. Menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam sesanti Bhinneka Tunggal Ika.

Teguh di jalan kerakyatan. Meneruskan perjuangan, pemikiran dan cita-cita para pendiri bangsa. Yang digali dan dirumuskan Bung Karno, sehingga lahir Pancasila. Di dalamnya terkandung tekad dan tujuan: mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Membuat bahagia kalangan wong cilik, kaum marhaen, melalui kebijakan pemerintahan yang berbasis amanat penderitaan rakyat.

Ganjar dengan penuh tanggungjawab menerima amanah itu. Melanjutkan api perjuangan, pemikiran dan cita-cita Bung Karno untuk Indonesia Raya. Yang sebelumnya telah diperjuangkan Ibu Megawati dan Presiden Jokowi.

Ganjar merasa terhormat diganjar amanah itu, yang kini disandang di pundaknya. “Suatu kehormatan bagi saya mendapat penugasan sebagai kader partai,” kata politisi jangkung itu, usai mendapat amanat dari Ibu Megawati di Istana Batu Tulis, rumah Bung Karno, 21 April lalu.

“Mudah-mudahan saya mampu. Insya Allah saya akan berjuang dengan baik soal itu sebagai Calon Presiden Republik Indonesia,” kata Ganjar dengan suara mantap. Penuh tekad dan keyakinan teguh. Mengenakan seragam kebanggaan PDI Perjuangan. Dan kopiah hitam baru, hadiah Ibu Megawati. Seperti dikenakan Bung Karno di masa lalu. (kumparan)

Adi Sutarwijono

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Dan, Ketua DPRD Kota Surabaya. Eks wartawan di Harian Surya dan Majalah TEMPO. Sering menulis artikel-artikel opini di media massa, cetak dan online. Alumnus Ilmu Politik Unair