Minggu
01 November 2026 | 9 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDI Perjuangan Sidoarjo Terima Aspirasi GMNI soal Lemahnya Pengawasan Dinkes terhadap Klinik dan RS

IMG-20250904-WA0019_copy_529x323
Sejumlah aktivis DPC GMNI Sidoarjo berdemonstrasi di Gedung DPRD, Kamis (4/9/2025) menyuarakan isu-isu lokal maupun nasional. (hd-pdiperjuangan-jatim.com)

SIDOARJO – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sidoarjo menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kamis (4/9/2025).

Aksi yang bertema “GMNI Bersama Rakyat Melindungi Rakyat” itu menyoroti tragedi meninggalnya balita berusia 2 tahun 10 bulan, Hanania Fatin Majida di salah satu klinik swasta  sekaligus menyuarakan sejumlah tuntutan strategis.

Dalam orasinya, para aktivis GMNI itu menyebut peristiwa terjadi karena lemahnya pihak dinkes dalam menjalankan fungsi koordinatif dan pengawasan standar pelayanan kesehatan pada klinik maupun rumah sakit. Baik swasta maupun negeri.

“Bagaimana dinkes menerapkan standar pelayanan kesehatan sekaligus pengawasan terhadap seluruh klinik maupun rumah sakit sehingga ada kejadian ini,” kata Ketua DPC GMNI Sidoarjo, Antonius Duha.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya meminta ada proses investigasi maupun audit terhadap klinik termasuk dinkes sebagai bagian tak terpisah dari peristiwa ini.

“Kami meminta agar Bupati dan DPRD benar-benar mengawal proses hukum atas kasus yang menimpa Hanania,” katanya.

Pada kesempatan itu, GMNI Sidoarjo juga menyuarakan isu-isu nasional. Seperti desakan untuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan reformasi internal di Kepolisian RI menyusul berbagai tindak anarkis personelnya dalam pengamanan demonstrasi belakangan ini.

Aksi mahasiswa disambut sejumlah legialator. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho pada acara itu menyampaikan hal senada dengan tuntutan GMNI.

“Tentunya kita tetap menunggu hasil investigasi resmi yang saat ini masih berjalan,” tegasnya.

Menurut Kusumo, DPRD selama ini telah mendorong sosialisasi kesehatan melalui puskesmas dan layanan publik milik pemerintah. Namun, lemahnya pengawasan di klinik swasta dinilai menjadi titik rawan yang perlu segera dibenahi.

Fraksi PDI Perjuangan, kata dia,  berkomitmen mendorong agar pengawasan layanan kesehatan di Sidoarjo tidak hanya fokus pada fasilitas pemerintah. Juga swasta. Apalagi urusan kesehatan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sementara, Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, mengapresiasi sikap kritis mahasiswa yang menggelar aksi menyoroti isu-isu lokal di Sidoarjo. Ia menegaskan, peristiwa memilukan tersebut menjadi evaluasi besar-besaran bagi layanan kesehatan di Kota Delta.

Bantu Korban
Apa yang dilakukan DPC GMNI Sidoarjo tak sekadar mendesak pihak-pihak terkait untuk menuntaskan kasus ini.

Beberapa hari sebelumnya, para aktivis GMNI itu melakukan aksi kemanusiaan. Sejumlah perwakilan mendatangi rumah korban dan memberikan bantuan untuk keluarga mereka. (hd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...