FKDT Anugerahkan Gelar Ibu Madrasah Diniyah se-Malang Raya kepada Untari

 159 pembaca

MALANG – Lantunan lagu Syubbanul Wathon mewarnai kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Untari Bisowarno bersama tenaga pengajar madrasah diniyah se-Kabupaten Malang yang diselenggarakan di aula Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang, pada Senin (18/7/2022).

Untari sendiri memimpin para pengajar madrasah diniyah yang secara serempak dan semangat menyanyikan lagu Syubbanul Wathon atau Yalal Wathon tersebut, yang intinya sebagai bentuk komitmen dan kecintaan terhadap NKRI dan Pancasila dalam ranah pengabdiannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam kesempatan ini, Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Malang, Gus Nazrul memberikan gelar Ibu Madrasah Diniyah Malang Raya kepada Sri Untari. Gelar ini diberikan atas kontribusi dan rekam jejaknya yang dinilai konsisten terhadap peningkatan kesejahteraan para pengajar madrasah diniyah.

“Kita sering komunikasi dengan beliau, beliau juga sering memberikan solusi pada kita, terkait dengan keberadaan madrasah diniyah termasuk di Malang Raya ini. Juga melalui anggotanya, beliau banyak membantu kami di dalam mensukseskan penyelenggaraan pendidikan madrasah,” ungkap Gus Nazrul.

Dia menerangkan, bahwa selama ini para pengajar madrasah diniyah dan PDI Perjuangan di Kabupaten Malang telah memiliki hubungan yang sangat erat. Bahkan pihak yang mempelopori pemberian honor pertama kali kepada para pengajar madrasah diniyah di Kabupaten Malang adalah dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang.

Maka momentum ini adalah bentuk apresiasi sekaligus pemberian penghargaan kepada Untari selaku legislator dari Dapil Malang Raya yang tiada henti mencurahkan pemikiran, tenaga, dan perhatian dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah diniyah.

“Sebagai seorang ibu harapannya nanti Ibu Untari mampu memberikan pengayoman kepada madrasah diniyah dan mampu mengangkat lembaga madrasah diniyah ini, terutama dari segi pengembangan dan kemandirian,” tuturnya.

Menanggapi pemberian gelar tersebut, Untari mengucapka terima kasih dan dengan ketulusan, dan kerendahan hati dia menerima penganugerahan gelar Ibu Madrasah Diniyah Malang Raya yang disematkan FKDT Kabupaten Malang.

Sebagai seorang Ibu Madrasah Diniyah, Untari berkomitmen untuk terus berupaya membantu keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan madrasah diniyah. Termasuk mengupayakan agar para tenaga pengajarnya mampu untuk bisa mendapatkan penghidupan yang baik, salah satunya melalui jalan berkoperasi.

“Maka untuk urusan kesejahteraan, saya mengajak panjenengan ayo saya buatkan koperasi. Saya sekarang sudah memiliki 9.000 anggota, bisa bangun gedung sendiri tidak ada uang dari pemerintah dan bank. Semua hasil dari gotong-royong anggota sendiri,” kata Untari.

Berdasarkan paparan, saat ini untuk wilayah Kabupaten Malang sendiri terdapat sekitar 1.600 lembaga madrasah diniyah. Apabila keseluruhan tenaga pengajar di seluruh madrasah diniyah tersebut dapat disatukan dalam wadah koperasi, Untari meyakini, hal tersebut akan menjadi sebuah kekuatan ekonomi yang luar biasa.

“Maka ayo bangun kesejahteraan sendiri melalui koperasi, nanti akan saya bantu. Tidak usah besar-besar tapi setiap wilayah ada dan berdiri. Yang terpenting adalah kemauan dari dalam diri sendiri untuk mau memulai dan merintis,” tuturnya. (ace/pr)