Selasa
20 Oktober 2026 | 11 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi: Sekolah Kebangsaan untuk Pelajar hingga Pejabat Pemkot

pdip-jatim-230227-ec-doorstop

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, Sekolah Kebangsaan bukan untuk anak nakal atau yang terjaring razia. Tapi juga untuk pelajar SMP, SMA bahkan pejabat di Pemkot Surabaya.

“Anak saya juga bakal masuk Sekolah Kebangsaan di Lanudal Juanda. Saat ini kan sudah SMA juga, ya dimasukkan. Semua akan mendapatkan Sekolah Kebangsaan,” kata Eri Cahyadi dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, setiap anak harus memiliki ideologi Pancasila, sehingga kalau sudah cinta bangsanya, maka mereka akan mengerti Pancasila.

“Kalau sudah mengerti Pancasila, maka akan mengerti guyub rukun, dan gotong royong, serta tolong menolong,” kata Cak Eri panggilan akrab politisi PDI Perjuangan tersebut.

Untuk itu, dia minta setiap sekolah di Surabaya baik itu SMP maupun SMA untuk mengikuti Sekolah Kebangsaan.

Bahkan, lanjut dia, kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya pun juga diikutkan dalam Sekolah Kebangsaan selama 10 hari.

“Jadi bukan hanya karena ada yang berkelahi, kemudian masuk Sekolah Kebangsaan, tidak,” tegasnya.

Dia mengimbau kepada seluruh orang tua siswa SMP-SMA untuk tidak perlu khawatir, ketika anaknya ikut Sekolah Kebangsaan. Menurut dia, sebagai orang tua harusnya bangga ketika anaknya ikut ke dalam Sekolah Kebangsaan.

Setelah lulus dengan bagus, Cak Eri akan menyematkan pin kepada para siswa SMP-SMA yang ikut Sekolah Kebangsaan. Setelah itu, siswa tersebut akan dijadikan Duta Pemerintah Kota Surabaya.

“Semakin banyak duta itu, ke depannya Surabaya akan memiliki orang-orang yang menjadi pengajar dan penyebar ajaran Pancasila di masing-masing wilayahnya,” terang dia.

Sekali lagi, Cak Eri mengingatkan, kepada para orang tua siswa SMP-SMA se-Surabaya, untuk tidak perlu khawatir anaknya ikut Sekolah Kebangsaan. Adanya Sekolah Kebangsaan, secara tidak langsung akan tertanam rasa tolong menolong, gotong royong, dan toleransi sesuai dengan ideologi Pancasila.

“Di dalam Sekolah Kebangsaan mereka diajarkan disiplin, dan ada pembelajaran sesuai dengan ajaran nilai-nilai agama. Jadi jangan salah menilai anak, karena bisa jadi anak pendiam bisa saja berbuat nakal tanpa diketahui,” ujar dia.

Sebelumnya sejumlah peserta Sekolah Kebangsaan dikabarkan mundur karena kecewa dengan adanya pemberitaan yang menyebut peserta yang ikut merupakan hasil razia Satpol PP. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Amithya Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Komunitas Urban di Kota Malang

MALANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penerapan ekonomi hijau ...
KRONIK

Gandeng Kementerian Kehutanan, Sonny Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...
LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...
KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...