Jumat
02 Oktober 2026 | 6 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Minta Standar Kamar Mandi SD-SMP Negeri Surabaya Ditingkatkan Signifikan

pdip jatim 261002 sidak sekolah

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta standar fasilitas kamar mandi di seluruh SD Negeri dan SMP Negeri di Kota Pahlawan ditingkatkan secara signifikan. Pembenahan sanitasi diminta menjadi salah satu prioritas penggunaan anggaran sekolah, baik tahun berjalan maupun 2027.

Instruksi tersebut disampaikan Eri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMPN 47 Surabaya, Jumat (2/10/2026). Dalam sidak itu, Eri menemukan dua kamar mandi sekolah dalam kondisi terkunci dan tidak dapat digunakan.

Menurut Eri, kamar mandi merupakan fasilitas dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan siswa. Karena itu, kondisi kamar mandi tidak boleh dibiarkan rusak maupun tidak berfungsi.

“Saya mengecek SMPN 47. Saya berkeliling mengecek ruang kelas, kamar mandi. Fasilitas SD-SMP Negeri harus ditingkatkan lagi supaya anak-anak Surabaya nyaman belajar,” ujar Eri.

Ia meminta anggaran Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) dan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS) dioptimalkan untuk pemeliharaan fasilitas sekolah.

“Kamar mandi ini adalah hal yang paling penting. Ada dua kamar mandi yang dikunci, digembok, karena tidak bisa digunakan. Ini tidak tepat, sekolah negeri kok kondisinya seperti ini,” tegasnya.

Eri bahkan meminta seluruh kamar mandi SD dan SMP Negeri di Surabaya memiliki standar kebersihan dan kelayakan yang jauh lebih baik.

“Cek semua anggaran sekolah BOPDA dan BOSNAS. Masa sekolah seperti ini, kamar mandi rusak semua. Ada yang airnya menggenang, airnya tidak keluar. Anggaran tahun ini atau 2027, semua kamar mandi sekolah SD-SMP Negeri harus bersih seperti kamar mandi mal,” katanya.

Menurut Eri, pembenahan fisik tidak akan menyelesaikan persoalan apabila tidak dibarengi dengan perawatan rutin.

Karena itu, ia membuka peluang penggunaan anggaran operasional untuk mendukung petugas khusus yang bertanggung jawab menjaga kebersihan kamar mandi sekolah.

“Nanti di situ (kamar mandi) diberikan penjaga. Kalau yang perempuan ya perempuan, yang laki-laki ya laki-laki. Jadi setelah anak-anak keluar, langsung dibersihkan,” ujarnya.

Eri ingin fasilitas yang sudah diperbaiki tetap terjaga kebersihannya dan dapat digunakan siswa setiap hari.

Selain kamar mandi, Eri juga meminta seluruh SD dan SMP Negeri di Surabaya tidak membiarkan barang-barang bekas menumpuk di lingkungan sekolah.

Ia memberikan tenggat waktu hingga akhir pekan untuk melakukan pembenahan dan berencana kembali turun mengecek kondisi sekolah.

“Saya minta semua SD Negeri dan SMP Negeri tidak ada barang-barang (bekas) yang menumpuk di sekolah. Saya akan turun (cek) lagi,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, Eri juga kembali menyoroti persoalan perlengkapan dan seragam sekolah.

Ia meminta harga topi, dasi, kaos kaki, sabuk, serta perlengkapan lainnya tidak membebani orang tua siswa. Eri telah memberikan tenggat kepada Kepala Dinas Pendidikan Surabaya untuk menyebarkan edaran kepada seluruh kepala sekolah terkait ketentuan seragam.

“Tahun depan aturan tersebut wajib ditaati seluruh SD-SMP Negeri,” katanya.

Eri juga meminta masyarakat melaporkan apabila masih menemukan persoalan harga perlengkapan sekolah yang dinilai tidak wajar.

Ia menegaskan akan memberikan sanksi kepada pihak yang terbukti melanggar.

“Sampai masih ada laporan, saya pastikan kepala sekolahnya saya ganti, Kepala Dinas Pendidikan saya beri sanksi,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Pemkot Surabaya sebelumnya juga telah memperbarui petunjuk teknis pengelolaan BOPDA melalui Perwali Nomor 23 Tahun 2026. Regulasi tersebut antara lain mengatur optimalisasi pengelolaan BOPDA agar dilaksanakan secara efektif, efisien, dan akuntabel.

Eri berharap pembenahan dan pemeliharaan fasilitas sekolah tersebut dapat memastikan seluruh SD dan SMP Negeri di Surabaya memiliki lingkungan belajar yang bersih, layak, dan nyaman bagi siswa.

“Semoga minggu depan semua sekolah sudah bersih, tidak ada tumpukan-tumpukan barang. Kemudian tidak ada lagi batik yang bermacam-macam, tidak ada lagi laporan kepada saya mengenai harga topi, dasi, kaos kaki, dan sabuk yang mahal,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

46 Perusahaan di Kabupaten Malang Lakukan PHK, Dewanti Minta Pengawasan Diperketat

MALANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko meminta pengawasan ketenagakerjaan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Standar Kamar Mandi SD-SMP Negeri Surabaya Ditingkatkan Signifikan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta standar fasilitas kamar mandi di seluruh SD Negeri dan SMP Negeri ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Serap Keluhan Kades Blitar, Soroti Dampak Pemotongan Dana Desa 70 Persen

BLITAR – Persoalan fiskal menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan para kepala desa kepada Anggota Komisi ...
LEGISLATIF

Perda Pilkades Trenggalek Disahkan, Doding Rahmadi Ajak Warga Kawal Pelaksanaannya

TRENGGALEK – DPRD Kabupaten Trenggalek mengesahkan perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang ...
LEGISLATIF

PDI Perjuangan Soroti Ruang Fiskal Jember, Minta Anggaran Tak Berhenti di atas Kertas

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menghitung ulang ruang ...
LEGISLATIF

DPR RI Kaji Kepastian Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) memunculkan persoalan baru di bidang hak kekayaan intelektual (HKI), ...