Jumat
09 Oktober 2026 | 2 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Minta Standar Kamar Mandi SD-SMP Negeri Surabaya Ditingkatkan Signifikan

pdip jatim 261002 sidak sekolah

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta standar fasilitas kamar mandi di seluruh SD Negeri dan SMP Negeri di Kota Pahlawan ditingkatkan secara signifikan. Pembenahan sanitasi diminta menjadi salah satu prioritas penggunaan anggaran sekolah, baik tahun berjalan maupun 2027.

Instruksi tersebut disampaikan Eri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMPN 47 Surabaya, Jumat (2/10/2026). Dalam sidak itu, Eri menemukan dua kamar mandi sekolah dalam kondisi terkunci dan tidak dapat digunakan.

Menurut Eri, kamar mandi merupakan fasilitas dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan siswa. Karena itu, kondisi kamar mandi tidak boleh dibiarkan rusak maupun tidak berfungsi.

“Saya mengecek SMPN 47. Saya berkeliling mengecek ruang kelas, kamar mandi. Fasilitas SD-SMP Negeri harus ditingkatkan lagi supaya anak-anak Surabaya nyaman belajar,” ujar Eri.

Ia meminta anggaran Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) dan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS) dioptimalkan untuk pemeliharaan fasilitas sekolah.

“Kamar mandi ini adalah hal yang paling penting. Ada dua kamar mandi yang dikunci, digembok, karena tidak bisa digunakan. Ini tidak tepat, sekolah negeri kok kondisinya seperti ini,” tegasnya.

Eri bahkan meminta seluruh kamar mandi SD dan SMP Negeri di Surabaya memiliki standar kebersihan dan kelayakan yang jauh lebih baik.

“Cek semua anggaran sekolah BOPDA dan BOSNAS. Masa sekolah seperti ini, kamar mandi rusak semua. Ada yang airnya menggenang, airnya tidak keluar. Anggaran tahun ini atau 2027, semua kamar mandi sekolah SD-SMP Negeri harus bersih seperti kamar mandi mal,” katanya.

Menurut Eri, pembenahan fisik tidak akan menyelesaikan persoalan apabila tidak dibarengi dengan perawatan rutin.

Karena itu, ia membuka peluang penggunaan anggaran operasional untuk mendukung petugas khusus yang bertanggung jawab menjaga kebersihan kamar mandi sekolah.

“Nanti di situ (kamar mandi) diberikan penjaga. Kalau yang perempuan ya perempuan, yang laki-laki ya laki-laki. Jadi setelah anak-anak keluar, langsung dibersihkan,” ujarnya.

Eri ingin fasilitas yang sudah diperbaiki tetap terjaga kebersihannya dan dapat digunakan siswa setiap hari.

Selain kamar mandi, Eri juga meminta seluruh SD dan SMP Negeri di Surabaya tidak membiarkan barang-barang bekas menumpuk di lingkungan sekolah.

Ia memberikan tenggat waktu hingga akhir pekan untuk melakukan pembenahan dan berencana kembali turun mengecek kondisi sekolah.

“Saya minta semua SD Negeri dan SMP Negeri tidak ada barang-barang (bekas) yang menumpuk di sekolah. Saya akan turun (cek) lagi,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, Eri juga kembali menyoroti persoalan perlengkapan dan seragam sekolah.

Ia meminta harga topi, dasi, kaos kaki, sabuk, serta perlengkapan lainnya tidak membebani orang tua siswa. Eri telah memberikan tenggat kepada Kepala Dinas Pendidikan Surabaya untuk menyebarkan edaran kepada seluruh kepala sekolah terkait ketentuan seragam.

“Tahun depan aturan tersebut wajib ditaati seluruh SD-SMP Negeri,” katanya.

Eri juga meminta masyarakat melaporkan apabila masih menemukan persoalan harga perlengkapan sekolah yang dinilai tidak wajar.

Ia menegaskan akan memberikan sanksi kepada pihak yang terbukti melanggar.

“Sampai masih ada laporan, saya pastikan kepala sekolahnya saya ganti, Kepala Dinas Pendidikan saya beri sanksi,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Pemkot Surabaya sebelumnya juga telah memperbarui petunjuk teknis pengelolaan BOPDA melalui Perwali Nomor 23 Tahun 2026. Regulasi tersebut antara lain mengatur optimalisasi pengelolaan BOPDA agar dilaksanakan secara efektif, efisien, dan akuntabel.

Eri berharap pembenahan dan pemeliharaan fasilitas sekolah tersebut dapat memastikan seluruh SD dan SMP Negeri di Surabaya memiliki lingkungan belajar yang bersih, layak, dan nyaman bagi siswa.

“Semoga minggu depan semua sekolah sudah bersih, tidak ada tumpukan-tumpukan barang. Kemudian tidak ada lagi batik yang bermacam-macam, tidak ada lagi laporan kepada saya mengenai harga topi, dasi, kaos kaki, dan sabuk yang mahal,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...