SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi turut mengenang sosok Bejo Sugiantoro, libero legendaris Persebaya Surabaya, yang meninggal dunia pada Selasa (25/2/2025).
Bejo Sugiantoro, meninggal dunia pada usia 47 tahun, ia meninggal dunia akibat serangan jantung saat sedang bermain sepakbola di lapangan SIER, Surabaya.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Hari ini kita semua kehilangan legenda besar. Bejo Sugiantoro mengembuskan napas terakhirnya. Kita semua mengenal Cak Bejo sebagai libero andal pada masa keemasan Persebaya di era 90-an,” tulis Eri Cahyadi di akun Instagram pribadinya.
“Tak hanya mengharumkan nama Surabaya, Cak Bejo yang lekat dengan nomor punggung 5 ini juga menjadi langganan Timnas di masanya. Di level kepelatihan, Cak Bejo juga pernah menjadi bagian dari tim kepelatihan Persebaya,” imbuhnya.
Mantan pemain Persebaya Surabaya dan Tim Nasional itupun dikenang sebagai sosok legenda bagi tim kebanggaan Kota Pahlawan. Dua gelar liga pun pernah dipersembahkan Bejo Sugiantoro pada Bajul Ijo, julukan Persebaya.
“Legenda tak pernah benar-benar pergi. Mereka tetap bersama kita dalam kenangan dan jejak yang mereka tinggalkan. Mereka senantiasa hidup dalam kisah yang terus kita ceritakan, dalam karya yang mereka wariskan, dan dalam inspirasi yang terus menghidupkan semangat kita,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan ini pun turut menyampaikan bahwa dirinya dan juga Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya turut berbelasungkawa atas berpulangnya legenda Persebaya tersebut.
“Suatu kehormatan bagi saya pribadi pernah bertanding di lapangan hijau dan berbincang-bincang soal sepakbola Surabaya. Saya dan Pemkot Surabaya mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya. Sugeng tindak Cak Bejo. Al Fatihah,” ucapnya. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS