SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dinobatkan sebagai Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Jawa Timur Tahun 2021 oleh Forum Komunikasi (Forkom) Jurnalis Nahdliyin atau FJN. Penghargaan ini dia terima di ruang kerja Wali Kota Surabaya, Senin (27/12/2021).
Koordinator Forkom Jurnalis Nahdliyin, Muhamad Didi Rosadi mengatakan, penghargaan ini diberikan lantaran Eri dinilai sebagai tokoh dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) yang dapat menginspirasi anak-anak muda.
Menurutnya, setiap tahun FJN memberikan penilaian kepada tokoh-tokoh muda Nahdliyin yang dianggap bisa memberikan inspirasi kepada anak-anak muda NU.
“Di tahun 2021 ini ada 12 nama yang kami tetapkan sebagai Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2021. Salah satunya Mas Eri Cahyadi,” kata jurnalis yang akrab dipanggil Diday ini.
Menerima penghargaan dari FJN, Eri menyampaikan terima kasih karena diberi kepercayaan sebagai salah satu tokoh muda inspiratif dari kalangan Nahdliyin. Bagi dia, penghargaan ini akan jadi pemicu untuk memberikan yang terbaik baik masyarakat Kota Surabaya, dan terutama warga Nahdliyin.
“Insya Allah dengan kebersamaan kita, dengan gotong-royong kita, dengan inspirasi yang sudah diberikan kepada saya, Insya allah kita bisa memberikan yang terbaik bagi warga Nahdliyin di Kota Surabaya,” ucap Eri, usai menerima penghargaan.
Cak Eri sapaan akrab kader PDI Perjuangan ini, juga mengajak jurnalis yang tergabung dalam FJN untuk bersama-sama berjuang memerangi kemiskinan di Kota Surabaya. Tentu saja pemerintah tak akan bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita bersama-sama ikhtiar, berjuang untuk melepaskan kemiskinan atau apa saja yang belum pas di Surabaya. Karena menurut saya, dengan kebersamaan inilah yang bisa membangkitkan,” ajaknya.
Dia menilai, saat ini adalah waktunya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena, tempat-tempat fenomenal seperti Sentra Ikan Bulak (SIB), Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jembatan Suroboyo hingga Jembatan Sawunggaling, sudah dibangun oleh para pemimpin pendahulu.
“Tempat-tempat yang fenomenal sudah dibagun oleh wali kota – wali kota sebelumnya. Nah, tinggal sekarang ini bagaimana kita menggerakkan ekonomi masyarakat,” tambah dia.
Sementara itu, terkait pemberian penghargaan kepada Eri Cahyadi, FJN memiliki beberapa parameter yang menjadi dasar untuk penilaian. Di antaranya, berusia muda, berasal dari kalangan Nahdliyin atau NU dan juga memiliki kedekatan dengan para ulama NU.
“Kalau Mas Eri kan (usia) masih di bawah 45, kami anggap masih kriteria anak muda, terus NU. Kita sudah melakukan riset, dan Mas Eri sendiri tidak diragukan lagi ke-NU-annya, karena beliau juga masih keluarga Pondok Ndresmo (Sidosermo),” beber Diday.
Program yang digagas Wali Kota Eri, sebutnya, juga banyak menyasar warga Nahdliyin. Karena itu, pihaknya meyakini, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini dapat menjadi contoh bagi anak-anak muda yang lain.
“Kita melihatnya Mas Eri itu milenial, terus bisa ngaji, juga kita melihat amaliah-nya juga amaliah NU. Karena itu bisa menginspirasi anak muda yang lainnya, karena hari ini anak muda itu butuh contoh. Nah, kami melihat Mas Eri bisa menjadi contoh buat anak-anak muda yang lain,” pungkasnya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










