Selasa
21 Juli 2026 | 1 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Efisiensi Koq Reses? Tanya Mahasiswi kepada Heru Kusnindar

IMG-20250719-WA0035_copy_655x412

NGAWI – Agenda serap aspirasi masyarakat yang digelar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, Heru Kusnindar, diwarnai perdebatan menarik dengan seorang mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari UIN Surabaya. Mahasiswi tersebut mempertanyakan efektivitas kegiatan reses di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Kegiatan serap aspirasi digelar di Desa Soco, Kecamatan Jogorogo, Sabtu sore (19/7/2025). Kebetulan, di desa tersebut sedang berlangsung program KKN mahasiswa, dan Heru Kusnindar mengundang para peserta untuk turut hadir dalam acara tersebut.

Awalnya, kegiatan berjalan seperti biasa. Heru menyampaikan berbagai informasi terkait kebijakan pemerintahan dan menyerap masukan dari masyarakat. Namun suasana berubah saat sesi tanya jawab dibuka. Seorang mahasiswi bernama Risa, asal Mataram, menyampaikan pertanyaan kritis.

“Mengapa anggota dewan masih menggelar kegiatan reses di tengah kebijakan efisiensi? Mengapa tidak dialihkan ke kegiatan yang lebih langsung berdampak bagi masyarakat?” tanyanya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Heru Kusnindar mengaku senang. Ia menyambut baik sikap kritis mahasiswa yang peduli terhadap kebijakan publik. Menurutnya, kritik yang dilandasi niat baik perlu diapresiasi.

“Kalau kritik didasari niat baik, tentu tujuannya juga baik,” ujar Heru Kusnindar.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ngawi itu menjelaskan bahwa reses merupakan bagian dari fungsi konstitusional anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia juga menambahkan bahwa dalam rangka efisiensi, beberapa komponen turut mengalami pemangkasan.

“Kebijakan efisiensi harus diikuti dengan skala prioritas. Kegiatan yang menyangkut kepentingan publik tetap harus diutamakan,” jelasnya.

Selain debat soal efisiensi, dalam forum tersebut Heru juga menerima sejumlah keluhan dari warga, salah satunya terkait Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai syarat pengajuan beasiswa mahasiswa miskin berprestasi.

Heru mengakui masih ada catatan dalam pengelolaan DTKS, khususnya terkait sistem verifikasi data dan pembaruan basis data yang belum optimal.

“Ada laporan bahwa sistemnya belum update. Kadang bisa diakses, kadang tidak. Ini menjadi catatan penting bagi kami,” tutupnya. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...