Minggu
01 November 2026 | 3 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Efisiensi Koq Reses? Tanya Mahasiswi kepada Heru Kusnindar

IMG-20250719-WA0035_copy_655x412

NGAWI – Agenda serap aspirasi masyarakat yang digelar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, Heru Kusnindar, diwarnai perdebatan menarik dengan seorang mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari UIN Surabaya. Mahasiswi tersebut mempertanyakan efektivitas kegiatan reses di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Kegiatan serap aspirasi digelar di Desa Soco, Kecamatan Jogorogo, Sabtu sore (19/7/2025). Kebetulan, di desa tersebut sedang berlangsung program KKN mahasiswa, dan Heru Kusnindar mengundang para peserta untuk turut hadir dalam acara tersebut.

Awalnya, kegiatan berjalan seperti biasa. Heru menyampaikan berbagai informasi terkait kebijakan pemerintahan dan menyerap masukan dari masyarakat. Namun suasana berubah saat sesi tanya jawab dibuka. Seorang mahasiswi bernama Risa, asal Mataram, menyampaikan pertanyaan kritis.

“Mengapa anggota dewan masih menggelar kegiatan reses di tengah kebijakan efisiensi? Mengapa tidak dialihkan ke kegiatan yang lebih langsung berdampak bagi masyarakat?” tanyanya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Heru Kusnindar mengaku senang. Ia menyambut baik sikap kritis mahasiswa yang peduli terhadap kebijakan publik. Menurutnya, kritik yang dilandasi niat baik perlu diapresiasi.

“Kalau kritik didasari niat baik, tentu tujuannya juga baik,” ujar Heru Kusnindar.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ngawi itu menjelaskan bahwa reses merupakan bagian dari fungsi konstitusional anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia juga menambahkan bahwa dalam rangka efisiensi, beberapa komponen turut mengalami pemangkasan.

“Kebijakan efisiensi harus diikuti dengan skala prioritas. Kegiatan yang menyangkut kepentingan publik tetap harus diutamakan,” jelasnya.

Selain debat soal efisiensi, dalam forum tersebut Heru juga menerima sejumlah keluhan dari warga, salah satunya terkait Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai syarat pengajuan beasiswa mahasiswa miskin berprestasi.

Heru mengakui masih ada catatan dalam pengelolaan DTKS, khususnya terkait sistem verifikasi data dan pembaruan basis data yang belum optimal.

“Ada laporan bahwa sistemnya belum update. Kadang bisa diakses, kadang tidak. Ini menjadi catatan penting bagi kami,” tutupnya. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...