Sabtu
22 Agustus 2026 | 5 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dua Wisata Berbasis Budaya Ini Gerakkan Ekonomi Warga Banyuwangi

pdip-jatim-gandrung-sewu-banyuwangi

BANYUWANGI – Ribuan penari yang tampil di hadapan puluhan ribu penonton di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (12/10/2019) dalam festival Gandrung Sewu tampil spektakuler dan memukau.

Tampilan gerakan sendratari dipadu dengan alunan musik khas gandrung tampil menyatu dengan keindahan alam dibibir pantai selat Bali.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, Banyuwangi konsisten mengembangkan pariwisata berbasis budaya untuk menggerakkan ekonomi warga yang salah satunya Gandrung Sewu.

Karena sektor kreatif inilah yang kuat dan mampu bertahan terhadap potensi resesi dunia. Dan ini sudah terbukti dengan kunjungan wisatawan yang terus meningkat di Banyuwangi sehingga menjadi motor bagi geliat ekonomi daerah. 

“Festival Gandrung Sewu bukan hanya peristiwa biasa, tapi bagian dari upaya pemajuan kebudayaan daerah,” kata Anas.

Festival Gandrung Sewu ini digelar rutip tiap tahun sejak delapan tahun terakhir. Menari di atas pasir pantai yang tak jauh dari kota, koreografi Festival Gandrung Sewu selalu menjadi atraksi yang ditunggu para wisatawan.

Tari Gandrung sendiri adalah tari khas Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Selain atraksi Gandrung Sewu, pada malam harinya di akhir pekan itu juga ada festival yang digelar warga Desa Kemiren, desa yang sangat kental dengan budaya Osing. Yakni Festival Ngopi Sepuluh Ewu

Festival yang digelar swadaya oleh warga Desa Kemiren ini sebagai bentuk penghormatan warga kepada para pengunjung dengan menyuguhkan kopi yang telah menjadi budaya warga Kemiren.

Untuk menyiapkan 10 ribu cangkir kopi, warga Kemiren menyiapkan tak kurang dari 350 kilogram bubuk kopi khas Banyuwangi. Ada beragam varian yang disajikan, mulai dari arabica, robusta hingga house bland.

Bupati Anas juga mengapresiasi kegiatan ini, yang merupakan bagian dari kegotongroyongan masyarakat. Semuanya disiapkan dan dirancang oleh warga Kemiren sendiri.

Partisipasi publik yang tinggi dalam mempersiapkan festival tersebut, tambah Anas, bisa mendongkrak berbagai sektor lainnya. Terutama ekonomi kreatif yang sedang bergeliat di desa tersebut.

“Acara ini menjadi cara untuk mengundang orang datang ke sini. Sebagai desa wisata, kedatangan orang ke Kemiren menjadi sesuatu yang penting untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif yang sedang tumbuh di sini. Seperti kuliner, batik, seni pertunjukan hingga penginapan,” ujar Anas.

Festival Ngopi Sepuluh Ewu ini dihadiri Akmal Malik, Direktur Jendral Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. Akmal mengaku terkesan dengan festival yang digelar warga Kemiren secara swadaya.

“Di Banyuwangi ini terasa keguyuban warganya. Mulai Gandrung Sewu hingga Festival Ngopi warga goyong royong untuk memajukan daerahnya lewat atraksinya. Pancasila hadir sesungguhnya di Banyuwangi ini,” puji Akmal. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Kanang Bersama PMI Jatim Salurkan Air Bersih untuk Warga Ngawi Terdampak Kekeringan

NGAWI – Kemarau panjang mulai membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi kesulitan mendapatkan air bersih. ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pemerintah Segera Intervensi Karhutla Kalimantan yang Makin Parah

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak Pemerintah segera melakukan intervensi untuk mengatasi kebakaran ...
KRONIK

Kecam Kasus Asusila di Pamekasan, Hj. Ansari PDIP Desak Korban Dikawal hingga Pulih

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengecam keras kasus dugaan kekerasan seksual ...
KRONIK

Mbah No, Pemulung 73 Tahun yang Berdiri Tegak di Tengah Rongsokan Saat Merah Putih Diturunkan

BANYUWANGI – Karung berisi rongsokan masih berada di samping tubuhnya. Pakaian yang dikenakannya juga jauh dari ...
MILANGKORI

Meteri Bumi di Kedungdowo, Ketika Trenggalek Menyapa Alam Menjelang Usia 832 Tahun

TRENGGALEK – Pagi di sumber air Kedungdowo, Dusun Bendogolor, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jumat ...
HEADLINE

PDI Perjuangan Jatim Pastikan Penutupan Soekarno Cup 2026 di GBT Tetap Meriah

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memastikan penutupan Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), ...