Dua Tugas BSPN Ini Jadi Salah Satu Kunci Kemenangan di Pemilu 2024

 167 pembaca

BATU – Sekretaris Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Pusat PDI Perjuangan Chandra Irawan memuji kesiapan dan pemahaman personel BSPN se-Jawa Timur selama menjalani pelatihan yang berlangsung dua hari.

“BSPN Jawa Timur dari aspek kekompakan, kepemimpinan, dan pemahaman materi, siap untuk menghadapi kepemiluan yang akan segera dilaksanakan,” kata Chandra Irawan.

Hal itu dia sampaikan di sela acara penutupan Bimtek Penataan Dapil dan Assessment Pelatih Saksi Nasional yang diselenggarakan BSPN PDI Perjuangan Jatim di Wisma Perjuangan, Oro-oro Ombo, Kota Batu, Kamis (17/10/2022).

Namun, tambah Chandra, bimtek ini hanya salah satu indikator penilaian kesiapan pemahaman personel BSPN sebelum terjun ke lapangan.

Tentunya masih banyak hal dan persiapan yang harus dilakukan BSPN se-Jawa Timur sebelum menghadapi agenda Pemilu 2024.

Baca juga: Pesan Ketum, Candra: BSPN Harus Pertajam Tombak untuk Persembahkan Kemenangan Hattrick

Setelah Bimtek ini, dia minta agar personel BSPN mampu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan DPC PDI Perjuangan di wilayahnya masing-masing dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan menghadapi pemilu yang tersisa 14 bulan sebelum pemungutan suara.

“Tugas BSPN itu, mengawal dan mengamankan suara. Tidak boleh keluar dari itu. Apa yang dikawal, adalah daftar pemilih, apa yang diamankan, adalah hasil pemilu. Nah, saya pikir kalau kita berpedoman pada dua tugas pokok ini, akan menjadi salah satu kunci kemenangan di 2024,” tegasnya.

Di sisi lain, Sekretaris BSPN Jawa Timur Martin Hamonangan minta jajaran BSPN setelah pelaksanaan Bimtek ini dapat langsung menyusun langkah dan perencanaan sesuai tahapan kepemiluan yang telah ditetapkan KPU.

Terutama personel BSPN yang telah disahkan sebagai Pelatih Saksi Nasional untuk segera menjalankan tugasnya dalam melakukan Pelatihan Pelatih Saksi Daerah (PPSD).

Sehingga jajaran personel BSPN semakin siap dan matang untuk menghadapi Pemilu yang akan datang.

“Jawa Timur termasuk yang terdepan, banyak daerah yang masih belum memikirkan PPSD, kita sudah memikirkan. Karena begitu luasnya 38 Kabupaten/Kota lebih cepat dipersiapkan semakin baik,” ujar Martin. (ace/pr)

Tinggalkan Balasan