Rabu
14 Oktober 2026 | 9 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Minta Pemkot Mojokerto Dampingi Trauma Healing Keluarga Korban Outing Class

pdip-jatim-250201-ery-purwanti

MOJOKERTO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto mendesak pemerintah kota (pemkot) setempat untuk memberikan pendampingan trauma healing bagi keluarga korban tragedi outing class SMPN 7 Kota Mojokerto di Pantai Drini, Yogyakarta.

“Pendampingan penuh kepada para orangtua korban dengan memberikan trauma healing,” ujar Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti, Jumat (31/1/2025).

Hal tersebut dia sampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Mojokerto, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perwakilan dari SMP Negeri 7 Kota Mojokerto.

Ery juga menyoroti soal surat bermeterai yang disodorkan pihak sekolah kepada wali murid untuk ditandatangani

Menurut Ery, hal itu dilakukan pada momen yang tidak tepat dan justru memicu miskomunikasi dalam suasana duka yang mendalam.

“Soal penyodoran surat itu adalah momen yang tidak pas untuk dilakukan pihak sekolah,” sebutnya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mendesak Pemkot untuk sementara menangguhkan outing class luar kota bagi siswa/siswi sekolah di Kota Mojokerto.

“Kami merekomendasikan seluruh kegiatan outing class ditangguhkan di seluruh wilayah Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, baik untuk jenjang TK, SD, maupun SMP,” kata Ery Purwanti.

Menurutnya, Kota Mojokerto punya banyak tempat bersejarah yang dapat dimanfaatkan untuk edukasi dan pelestarian budaya lokal.

Sehingga, tidak perlu bagi siswa Kota Mojokerto melakukan outing class ke luar kota.

“Outing class boleh, asalkan dilakukan di Kota Mojokerto saja, tidak di luar kota. Di Kota Mojokerto sendiri banyak tempat sejarah yang bisa menjadi sarana edukasi budaya lokal,” jelasnya.

Sebelumnya, kegiatan outing class SMPN 7 Kota Mojokerto diikuti 257 siswa kelas 7 dan 8, yang diberangkatkan dengan lima bus dan didampingi 16 guru pada Senin, 27 Januari 2025 malam.

Rombongan tiba di Pantai Drini sekitar pukul 04.00 WIB, dan tragedi terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat para siswa sedang sarapan di rumah makan di area pantai tersebut.

Sebanyak 13 siswa terseret ombak rip current saat bermain di pantai. Empat di antaranya ditemukan meninggal dunia, sementara sembilan lainnya berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Doding Rahmadi Bakal Bangun Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan di Trenggalek

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, merencanakan pembangunan sumur bor untuk mengatasi ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Usulkan MJC Digitalisasi 2.574 Pasar Rakyat Jatim, Libatkan 100 Talenta Muda

SURABAYA – Digitalisasi 2.574 pasar rakyat di Jawa Timur diusulkan melibatkan talenta muda melalui program ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Dorong Tuban Jadi Motor Ekonomi Pantura Berbasis Industri, Maritim, dan Pariwisata

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mendorong Kabupaten Tuban dikembangkan sebagai motor ...
LEGISLATIF

Puan Desak Tambahan Pasokan BBM Bali Diikuti Perbaikan Distribusi hingga SPBU

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah dan Pertamina memastikan tambahan pasokan bahan bakar ...
KRONIK

PDIP Surabaya Fokus Konsolidasi dan Kerja Kerakyatan untuk Menangkan Pemilu 2029

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya memprioritaskan konsolidasi organisasi dan penguatan kerja kerakyatan ...
KRONIK

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis, Bantu 4.869 Warga

BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ...