Kamis
16 April 2026 | 9 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Jombang Desak Penertiban Truk Bertonase Berat di Jalan Kabupaten

PDIP-Jatim-Syaifullah-15082025

JOMBANG – Kecelakaan maut di Desa Kasemen, Kecamatan Gudo, yang menewaskan seorang pengendara motor akibat terlindas truk tronton memicu perhatian serius DPRD Jombang.

Anggota Komisi C DPRD Jombang, Syaifullah, menyampaikan pentinya tindakan tegas terhadap kendaraan bertonase besar yang kerap melintas di jalan kabupaten.

“Minggu lalu saya sudah sampaikan di media, maraknya truk overtonase, termasuk truk besar dan kontainer yang melintas di jalan kabupaten, sangat berbahaya serta melanggar aturan,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).

“Jalan kabupaten adalah jalan kelas III dengan batas maksimal beban 8 ton, tidak untuk dilalui kendaraan seberat itu,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti lambannya tindakan dari pihak terkait, mulai dari Pemkab Jombang, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga kepolisian dalam menertibkan pelanggaran.

“Ini bukan hanya persoalan menjaga infrastruktur dari kerusakan, tetapi juga menyangkut keselamatan nyawa masyarakat pengguna jalan,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mendesak agar segera dilakukan penertiban dan langkah konkret untuk memberikan rasa aman dan nyaman di sepanjang jalan kabupaten.

“Tidak boleh ada lagi keluarga yang kehilangan orang tercinta akibat kelalaian dan pembiaran terhadap truk bertonase besar yang melintas di luar jalurnya,” tuturnya.

Merespons situasi ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) menggelar rapat koordinasi di kantor Dishub.

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Bappeda, Satlantas Polres Jombang, UPT LLAJ Provinsi Jawa Timur, Dinas PUPR, dan Satpol PP.

Kepala Dishub Jombang, Budi Winarno, mengatakan bahwa permasalahan truk berat di jalan kabupaten bukan sekadar pelanggaran lalu lintas.

“Beban berlebih yang ditanggung jalan kabupaten membuat kerusakan lebih cepat terjadi, sementara keberadaan truk-truk tersebut di jalur yang tidak semestinya juga meningkatkan risiko kecelakaan,” ujarnya.

Untuk penanganan jangka pendek, Dishub berencana untuk memasang rambu larangan di delapan titik strategis, di antaranya, Kasemen, Ceweng, Cukir, Mojowarno, Gambiran, dan Mojotrisno.

Selain itu, operasi gabungan bersama Satlantas Polres Jombang akan digelar untuk menindak sopir yang melanggar, sekaligus memberi edukasi kepada pengemudi dan pemilik armada.

Untuk jangka menengah, lanjut Budi, pihaknya akan mengevaluasi kondisi lalu lintas secara menyeluruh. Tidak semua ruas jalan akan diperlakukan sama, sebab ada jalur yang memang menjadi bagian dari kawasan industri, seperti di Mojotrisno. (fathir/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...