Rabu
01 April 2026 | 8 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Jatim Soroti Banyak Aset BUMD Belum Bersertifikat, Hambat Pengembangan Bisnis

pdip jatim 251122 fuad benardi

SURABAYA – Komisi C DPRD Jawa Timur menyoroti banyaknya aset strategis milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang belum memiliki sertifikat resmi. Kondisi tersebut dinilai menjadi kendala besar dalam pengembangan bisnis perusahaan daerah. Sorotan tersebut muncul setelah DPRD melakukan bedah aset terhadap dua BUMD, yakni PT Petrogas Jatim Utama (PJU) dan PT Jatim Grha Utama (JGU).

Anggota Komisi C DPRD Jatim, Fuad Bernardi, mengungkapkan masih banyak aset milik kedua perusahaan tersebut yang belum memiliki legalitas yang jelas. “Kami sedang membedah aset-aset di PJU dan JGU yang ternyata banyak yang belum bersertifikat. Ini kendala besar karena tanpa sertifikat, kerja sama operasional (KSO) tidak bisa dilakukan,” ujar Fuad, Selasa (10/3/2026).

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, kepastian legalitas aset merupakan syarat penting bagi BUMD untuk mengembangkan bisnis, termasuk dalam menjalin kerja sama dengan pihak ketiga.

Tanpa sertifikat resmi, berbagai peluang kerja sama dan pengembangan usaha dinilai sulit direalisasikan. Bahkan, aset yang tidak memiliki kejelasan status hukum berpotensi menjadi tidak produktif dan justru membebani perusahaan.

Karena itu, Komisi C DPRD Jatim mendorong adanya langkah percepatan untuk menyelesaikan persoalan legalitas aset tersebut.
Fuad mengatakan pihaknya juga tengah berupaya mencari solusi bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), termasuk mengkaji kemungkinan pengembalian aset yang tidak dapat dimanfaatkan secara produktif.

“Kami terus berupaya mencarikan solusi melalui BPKAD, termasuk mengkaji skema pengembalian aset yang memang tidak bisa dimanfaatkan secara produktif agar tidak menjadi beban perusahaan,” tegasnya.

Selain persoalan aset, Fuad juga menyoroti kinerja sejumlah anak perusahaan BUMD yang dinilai terus mencatatkan kerugian. Menurutnya, beberapa anak usaha BUMD memiliki model bisnis yang sudah tidak relevan dengan kondisi pasar saat ini sehingga berpotensi terus membebani keuangan perusahaan.

“Banyak anak perusahaan yang posisinya minus, rugi, dan model bisnisnya tidak jelas. Di tengah persaingan yang ketat, kami sarankan tutup saja daripada terus menambah beban dan mengurangi dividen Pemprov Jatim,” katanya.

Ia menegaskan, BUMD seharusnya mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah, bukan justru menjadi entitas yang terus menyerap penyertaan modal tanpa hasil yang jelas. “BUMD ini diproyeksikan sebagai sumber tambahan dividen bagi APBD Jatim, karena kita tidak bisa hanya terus bergantung pada sektor pajak,” pungkasnya.

Saat ini, Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur juga tengah mendorong pembenahan tata kelola secara menyeluruh agar perusahaan daerah dapat beroperasi lebih efisien, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Perizinan MR DIY Tidak Lengkap, Syaifullah DPRD Jombang Minta Penghentian Sementara Operasional

JOMBANG – Komisi C DPRD Kabupaten Jombang merekomendasikan pembongkaran jembatan akses serta penghentian sementara ...
KRONIK

Wiwin Sumrambah Ajak Kader GMNI Jombang Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Bangsa

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, mendorong kader Gerakan ...
LEGISLATIF

Bambang Sutriyono Minta Pemkab Integrasikan Data Kesehatan untuk Antisipasi Lonjakan DBD dan TBC

BOJONEGORO – Perubahan iklim yang melanda wilayah Kabupaten Bojonegoro baru-baru ini mulai memicu kekhawatiran ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Fokus Edukasi Orang Tua Awasi Gawai Anak

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai ...
EKSEKUTIF

Progres Rehab Kantor Pemkab Kediri 68 Persen, Sistem Pengamanan Ditingkatkan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau langsung progres rehabilitasi gedung Pemerintahan ...
EKSEKUTIF

Bupati Ngawi Imbau ASN yang Jarak Rumahnya ke Kantor Radius 10 Km untuk Gowes

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi berencana mendorong aparatur sipil negara (ASN) menggunakan sepeda ke kantor ...