Kamis
11 Juni 2026 | 11 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Jatim Bahas Raperda PPA, Ini Catatan Kritis Fraksi PDI Perjuangan

pdip-jatim-250603-buDewanti-1

SURABAYA — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur memberi lima poin catatan strategis terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Dewanti Rumpoko menegaskan pentingnya langkah konkret agar Raperda tersebut benar-benar mampu menjawab persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Timur.

Dia mendorong dilakukan rapat rekonsiliasi data secara khusus. Rekonsiliasi ini perlu menghadirkan perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jawa Timur, Komisi E DPRD, serta perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

“Hal ini penting agar diperoleh satu data yang dapat dijadikan rujukan bersama dalam menyusun kebijakan dan ketentuan normatif di dalam Raperda, sehingga tidak menimbulkan polemik di kemudian hari terkait keakuratan data dan dasar pertimbangan regulasi,” ungkap Dewanti Rumpoko, Selasa (12/8/2025).

Menurutnya, persoalan perbedaan data kerap menjadi hambatan dalam proses perumusan kebijakan. Padahal, satu data yang valid menjadi kunci dalam menetapkan arah kebijakan yang tepat sasaran, khususnya dalam upaya perlindungan terhadap kelompok rentan.

Lebih lanjut, Fraksi PDI Perjuangan juga mengusulkan penyempurnaan nomenklatur bab dalam naskah akademik. Usulan gubernur yang hanya menyentuh BAB III dan BAB V dinilai belum cukup.

Dewanti menegaskan, penyempurnaan seharusnya mencakup pula penguatan sistematika bab lain yang berkaitan dengan ketentuan pengawasan, sanksi administratif, perlindungan dalam situasi bencana, serta pengaturan pelibatan masyarakat sipil dalam pelaksanaan Raperda.

“Penyempurnaan nomenklatur ini bertujuan agar struktur dokumen akademik menjadi lebih sistematis, mudah dipahami, dan memenuhi standar penyusunan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Anggota Komisi D DPRD Jatim ini juga menyoroti substansi tambahan yang pernah diusulkan sebelumnya. Dia menyebutkan bahwa usulan tersebut mencakup indikator kinerja dalam perencanaan aksi daerah, pembagian kewenangan antar level pemerintahan, ketentuan perlindungan khusus dalam situasi darurat, hingga sanksi administratif.

“Tanpa pengaturan yang tegas terhadap hal-hal tersebut, efektivitas pelaksanaan Raperda berpotensi melemah dan tidak mampu menjawab kompleksitas persoalan kekerasan perempuan dan anak di Jawa Timur,” tegas mantan Wali Kota Batu tersebut.

Selain aspek teknis dan substansi, fraksi PDIP juga memberikan perhatian khusus terhadap komitmen pendanaan. Dewanti menilai, dukungan anggaran harus ditegaskan sejak awal, baik melalui nota keuangan APBD maupun melalui pengaturan langsung di dalam Raperda.

“Ketiadaan komitmen anggaran akan membuat Raperda ini hanya bersifat simbolik tanpa implementasi nyata di lapangan. Oleh sebab itu, Fraksi PDI Perjuangan minta agar dalam pembahasan bersama nanti, aspek pendanaan ini menjadi salah satu pokok pembahasan khusus,” tandasnya.

Poin terakhir yang disampaikan Fraksi PDI Perjuangan adalah harapan agar seluruh catatan, masukan, dan rekomendasi yang telah diberikan dapat dijadikan referensi dalam proses pembahasan pasal per pasal.

Fraksi PDIP juga mendorong agar masukan tersebut menjadi bahan diskusi substansi pada tahap harmonisasi akhir bersama tim asistensi Pemprov Jatim. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Said Abdullah: Pemerintah Harus Terbuka terhadap Kritik di Tengah Tekanan Rupiah dan IHSG

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah membuka diri terhadap kritik di tengah pelemahan rupiah dan ...
SEMENTARA ITU...

Stadion GDJ Kediri Dikebut, Mas Dhito Bidik Bisa Digunakan pada 2027

Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan Rp57 miliar untuk melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati ...
SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...