Senin
25 Mei 2026 | 12 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPC Kabupaten Probolinggo Rayakan HUT Ke-53 Partai dan Isra Miraj

KABUPATEN PROBOLINGGO — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo memadukan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 partai dengan refleksi Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Dalam acara tersebut, partai kembali menegaskan komitmennya untuk mengusung politik kerakyatan yang membumi, beretika, dan dilandasi nilai spiritual.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, H. Khoirul Anam, dalam sambutannya, menyatakan bahwa 53 tahun perjalanan partai merupakan proses panjang yang menempa keteguhan ideologi dan konsistensi perjuangan membela rakyat, khususnya masyarakat kecil.

“Sebagaimana tema HUT ke-53, Satyam Eva Jayate — di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya. Ini adalah komitmen kesetiaan PDI Perjuangan pada ideologi, etika, dan keteladanan Bung Karno yang diteruskan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri,” tegasnya.

Momentum HUT partai ini juga dimaknai sebagai titik balik konsolidasi internal. Seluruh jajaran pengurus, dari tingkat DPC, PAC, hingga ranting dan kader, diminta untuk menyatu dalam satu barisan, satu komando, dan satu tujuan: membesarkan PDI Perjuangan dan mengabdi kepada rakyat.

Mengusung tema “Merawat Pertiwi, Melangitkan Perjuangan”, DPC setempat menekankan bahwa merawat Ibu Pertiwi adalah wujud politik membumi. Politik bukan sekadar soal kekuasaan, tetapi juga kepekaan terhadap lingkungan dan keselamatan rakyat.

“Kabupaten Probolinggo adalah daerah rawan bencana. Karena itu, kehadiran partai harus nyata melalui BAGUNA, layanan kesehatan, dan kekuatan ranting di 330 desa sebagai sistem peringatan dini jika terjadi kerusakan alam atau bencana,” lanjutnya.

Dalam refleksi Isra Mi’raj, disampaikan bahwa peristiwa tersebut bukan hanya mukjizat, tetapi terjadi saat Rasulullah SAW berada pada titik terberat secara batin. Justru dari situlah, Rasulullah memasuki fase baru perjuangan hingga mencapai kemenangan sosial dan politik.

“Ini pelajaran penting bagi kita: dari ujian dan kesabaran, lahir kekuatan moral dan kemenangan yang berpihak pada kemanusiaan,” ujarnya.

Melalui peringatan ini, PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo menegaskan kembali bahwa politik harus berakar di bumi dan berorientasi pada nilai moral. Hal ini agar kekuasaan tidak menjauh dari rakyat dan perjuangan tetap setia pada cita-cita keadilan sosial.

Acara ditutup dengan ucapan Dirgahayu ke-53 PDI Perjuangan, serta penegasan komitmen partai untuk terus hadir di tengah rakyat, menjaga ideologi Bung Karno, dan merawat Indonesia. (drw/hs)