Jumat
21 Agustus 2026 | 12 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dikukuhkan Jadi Profesor, Sekjen PDIP: Selamat untuk Pak Haedar

pdip-jatim-hasto-umy-haedar

YOGYAKARTA – PDI Perjuangan mengucapkan selamat atas pemberian gelar akademik tertinggi yang diberikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.

Haedar resmi dikukuhkan menjadi guru besar ilmu sosiologi UMY di Sportorium UMY, Yogyakarta, Kamis (12/12/2019).

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pemikiran Haedar Nashir merupakan “mata hati” peradaban Islam dalam keindonesiaan.

“Ibu Megawati Soekarnoputri dan keluarga besar PDI Perjuangan ikut bangga atas pemberian gelar guru besar kepada Profesor Haedar Nashir. Beliau sosok yang rendah hati, sempurna pandangan pemikirannya untuk kebesaran Muhammadiyah, kemaslahatan umat, dan tentu saja untuk kemajuan Indonesia Raya,” kata Hasto Kristiyanto setelah menyaksikan acara pengukuhan.

Menurut Hasto, apa yang disampaikan Haedar Nashir yang mengedepankan moderasi sebagai suatu metode mengatasi masalah dengan cara mengatur, memandu, dan mengedepankan dialog, serta lebih memilih cara persuasif dan komunikasi interaktif, merupakan pendekatan terobosan yang sesuai dengan tata budaya Indonesia. Meski demikian, moderasi tetap berdiri kokoh di atas hukum.

“Pendapat Pak Haedar bahwa radikalisme yang dilawan dengan cara radikal akan menciptakan radikalisme baru adalah suatu kritik. Dengan moderasi, maka penangganan berbagai bentuk ekstremisme di ranah agama, politik, dan ekonomi akan dilakukan dalam perspektif yang lebih luas. Moderasi bertopang pada kemanusiaan dan keadilan,” paparnya.

Ditambahkan Hasto, gagasan Haedar Nashir bahwa Pancasila berdiri di tengah dimaknakan sebagai komitmen kebangsaan agar Indonesia tidak terombang-ambing pada tarik menarik kepentingan ekstrem kiri dan kanan.

“Selamat untuk Prof Haedar Nashir. Gelar guru besar tersebut membuktikan kuatnya tradisi keagamaan dan sekaligus tradisi intelektual yang hidup di Muhammadiyah,” ucap Hasto.

Haedar Nashir menyampaikan pidato pengukuhan guru besa dengan judul “Moderasi Indonesia dan Keindonesiaan: Perspektif Sosiologi” sepanjang 84 halaman.

Pengukuhan Haedar dihadiri sejumlah menteri, mantan menteri, dan tokoh, termasuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sejumlah menteri anggota Kabinet Indonesia Maju yang hadir, adalah Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Mensesneg Pratikno, serta mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sementara, tokoh-tokoh Muhammadiyah yang hadir, antara lain Malik Fadjar dan Buya Syafii Maarif.

Dalam satu bagian pidatonya Haedar menyampaikan moderasi Indonesia dan keindonesiaan sebagai pandangan dan orientasi tindakan untuk menempuh jalan tengah atau moderat merupakan keniscayaan bagi kepentingan masa depan Indonesia. Hal itu sejalan dengan landasan, jiwa, pikiran, dan cita-cita kemerdekaan sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 dan spirit para pendiri bangsa.

“Indonesia harus dibebaskan dari segala bentuk radikalisme baik dari tarikan ekstrem ke arah liberalisasi dan sekularisasi maupun ortodoksi dalam kehidupan politik, ekonomi, budaya, dan keagamaan. Ini akan menyebabkan Pancasila dan agama-agama kehilangan titik moderatnya yang autentik di negeri ini,” ujar Haedar. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan VAR

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 meningkatkan standar penyelenggaraan pertandingan dengan menggunakan wasit Liga 1 ...
KRONIK

Lepas Peserta Karnaval TK-PAUD se-Pohjentrek, Muhamad Zaini Ajak Kenalkan Budaya Sejak Dini

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, secara resmi membuka dan memberangkatkan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bidik Investasi Rp43 Triliun pada 2026, Layanan Digital Diperkuat

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membidik realisasi investasi sebesar Rp43 triliun pada 2026. Untuk ...
KRONIK

Tiga Politisi Muda PDIP Tapal Kuda Masuk Nominasi Penghargaan Nasional

JEMBER – Tiga politisi muda PDI Perjuangan dari kawasan Tapal Kuda masuk nominasi penghargaan yang digelar salah ...
KRONIK

Korban TPPO Asal Jawa Barat Dipulangkan, Sinung Harap Kasus Serupa Tidak Terjadi Lagi

BONDOWOSO – Tiga perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ...
SEMENTARA ITU...

Doding Dorong Pedagang Pasar Melek Teknologi agar Tak Tergusur Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pedagang pasar tradisional beradaptasi dengan ...