Sabtu
12 September 2026 | 4 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa Bantu Perbaikan Instrumen Musik Kraton Ngiyom

pdip-jatim-dprd-jatim-140922-diana-sasa-3

NGAWI – Peralatan kendang merah dan bedug milik Kelompok Seni Reog Mahesa Nempuh LSM Kraton Ngiyom suaranya melempem saat pentas malam hari. Usut punya usut, instrumen musik milik kelompok seni itu berbahan dasar kulit, yang pasti kendor saat cuaca dingin kala pentas waktu malam hari.

Kendala pada instrumen musik berbahan kulit hewan tersebut menghambat pentas seniman Mahesa Nempuh. Suara kendang yang melempem, bikin semarak pentas tak lagi maksimal.

Ketua Bidang Seni dan Budaya LSM Kraton Ngiyom, Sugiono berinsiatif wadul pada anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih atau yang lebih familiar dikenal Diana Sasa. Dirinya berharap ada solusi dari permasalahan yang dialami kelompok seni itu.

Gayung pun bersambut. Kelompok seni reog Mahesa Nempuh LSM Kraton Ngiyom, mendapat perhatian dari Wakil Rakyat yang juga aktivis buku itu. Diana Sasa memfasilitasi perbaikan kendang dan bedug milik kelompok pelestari seni dan budaya yang beralamat di Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Ngawi.

“Kendang dan bedug kami berbahan kulit. Jadi saat pentas waktu malam hari dengan cuaca yang agak dingin, suaranya hilang karena kendor,” kata Sugiono saat dikonfirmasi pdiperjuangan-jatim.com, pada Rabu (14/9/2022).

 Diana Sasa bersama petani di persawahan padi organik Desa Jatirejo Kecamatan Ngawi, Sabtu (30/10/2021).

Sugiono berinisiatif mengganti bahan kulit menjadi membran atau mika. Seperti pada drum-drum kekinian. Dirinya berharap, pasca diganti dengan membran, kendang dan bedug itu tetap nyaring ketika dipukul, meskipun pentas pada malam hari dengan kondisi cuaca dingin.

Fasilitasi bantuan dari Diana Sasa diterima langsung oleh Sugiono di Rumah Tua, Desa Sekaralas, tempat biasa kelompok seni reog Mahesa Nempuh berlatih. Setelahnya, Sugiono mengaku akan segera memperbaiki instrumen musik itu.

“Kita ada 25 kendang merah, dan 3 bedug. Pasca diganti untuk latihan rutin, juga untuk pentas puncak upacara Kebo Ketan 7-8 Oktober 2022 mendatang,” kata Sugiono.

Kelompok seni reog Mahesa Nempuh saat ini punya 60 orang anggota. Sugiono menyebut, para anggotanya berasal dari lintas desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Ngawi.

“Kita fokus seni reog, tetapi dengan iringan musik yang berbeda daripada kebanyakan, kita pakai instrumen yang lain, dengan seni tabuhan kendang merah ada rampak-rampaknya,” jelas Sugiono.

Sugiono mewakili anggota kelompok seni reog Mahesa Nempuh, menyampaikan rasa terima kasih kepada Diana Sasa. Dirinya berharap, dengan adanya bantuan dari Diana Sasa, kawan-kawan sesama seniman makin giat dalam berlatih dan melestarikan budaya.

“Matur nuwun sanget buat Mbak Diana Sasa. Semoga dengan adanya bantuan ini, kami bisa semakin giat dan semangat berlatih,” ucapnya.

Lebih lanjut, saat berada di lokasi Rumah Tua, Sugiono juga membeberkan awal mula berdirinya LSM Kraton Ngiyom. Dimana Diana Sasa turut membidani berdirinya Kraton Ngiyom.

“Mbak Diana Sasa itu salah satu pemrakarsa berdirinya Kraton Ngiyom. Dulu jauh sebelum Mbak Diana Sasa jadi anggota DPRD, beliau yang membiayai pendaftaran SK Kemenkumham Kraton Ngiyom. Kalau saat ini Mbak Sasa juga didaulat sebagai pengawas di Kraton Ngiyom,” bebernya. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
KRONIK

Buka Raker PP Bamusi, Hasto Kristiyanto Ingatkan Pengurus Hadirkan Islam Revolusioner

CIANJUR — Islam, menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, tidak boleh berhenti sebagai agama ritual. Ia ...
KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...