BLITAR – Kamis (29/1/2026) hari ini, hamparan sawah di Tanah Bangkok, Lingkungan Karangan, Kelurahan Wlingi, Kabupaten Blitar, tampak berbeda. Di antara rumpun padi yang menguning, para petani berkumpul untuk menjalani tradisi methik—memotong padi pertama sebagai tanda dimulainya panen raya.
Namun, panen kali ini bukan sekadar rutinitas musim tanam. Ini adalah panen perdana hasil kemitraan petani Wlingi dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), sebuah model kerja sama yang diharapkan mengubah wajah pertanian lokal.
Bupati Blitar Rijanto datang langsung ke tengah sawah. Didampingi perangkat daerah dan jajaran Forkopimcam Wlingi, dia menyapa petani yang sejak pagi sudah berkumpul di lokasi panen raya.
Kehadiran pemerintah daerah itu menjadi simbol dukungan terhadap pertanian berbasis koperasi—sebuah pendekatan yang kini kembali didorong sebagai tulang punggung ekonomi desa.
Dalam kemitraan ini, petani menggunakan bibit padi varietas Sumo Sakti NK 7328S produksi Syngenta. Hasilnya cukup menggembirakan. Dari lahan yang dipanen, produksi padi tercatat sekitar 10 ton, sebuah angka yang memberi optimisme baru akan peningkatan produktivitas sawah Wlingi.

Bagi petani, kerja sama dengan KKMP bukan hanya soal bibit. Mereka berharap koperasi bisa menjadi mitra dalam penyediaan sarana produksi, pembiayaan, hingga pendampingan teknis. Dengan dukungan yang terencana, mereka yakin hasil panen dapat meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat.
Bupati Rijanto yang juga kader PDI Perjuangan tersebut menilai kemitraan ini sejalan dengan cita-cita besar swasembada pangan nasional.
“Sinergi antara petani dan koperasi seperti ini perlu terus diperkuat. Selain meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Blitar, kemitraan ini juga diharapkan mampu mendorong kemajuan Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Blitar pun berharap pola kemitraan ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.
Jika koperasi dan petani berjalan beriringan, pertanian tak hanya menjadi sektor tradisional, tetapi juga kekuatan ekonomi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing—dimulai dari sawah-sawah Wlingi yang pagi itu penuh harap. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










