Kamis
08 Oktober 2026 | 12 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Wlingi, Panen Perdana Kemitraan Petani dan KKMP Jadi Harapan Baru Swasembada Pangan

pdip jatim 260129 panen raya blitar 1

BLITAR – Kamis (29/1/2026) hari ini, hamparan sawah di Tanah Bangkok, Lingkungan Karangan, Kelurahan Wlingi, Kabupaten Blitar, tampak berbeda. Di antara rumpun padi yang menguning, para petani berkumpul untuk menjalani tradisi methik—memotong padi pertama sebagai tanda dimulainya panen raya.

Namun, panen kali ini bukan sekadar rutinitas musim tanam. Ini adalah panen perdana hasil kemitraan petani Wlingi dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), sebuah model kerja sama yang diharapkan mengubah wajah pertanian lokal.

Bupati Blitar Rijanto datang langsung ke tengah sawah. Didampingi perangkat daerah dan jajaran Forkopimcam Wlingi, dia menyapa petani yang sejak pagi sudah berkumpul di lokasi panen raya.

Kehadiran pemerintah daerah itu menjadi simbol dukungan terhadap pertanian berbasis koperasi—sebuah pendekatan yang kini kembali didorong sebagai tulang punggung ekonomi desa.

Dalam kemitraan ini, petani menggunakan bibit padi varietas Sumo Sakti NK 7328S produksi Syngenta. Hasilnya cukup menggembirakan. Dari lahan yang dipanen, produksi padi tercatat sekitar 10 ton, sebuah angka yang memberi optimisme baru akan peningkatan produktivitas sawah Wlingi.

Bagi petani, kerja sama dengan KKMP bukan hanya soal bibit. Mereka berharap koperasi bisa menjadi mitra dalam penyediaan sarana produksi, pembiayaan, hingga pendampingan teknis. Dengan dukungan yang terencana, mereka yakin hasil panen dapat meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat.

Bupati Rijanto yang juga kader PDI Perjuangan tersebut menilai kemitraan ini sejalan dengan cita-cita besar swasembada pangan nasional.

“Sinergi antara petani dan koperasi seperti ini perlu terus diperkuat. Selain meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Blitar, kemitraan ini juga diharapkan mampu mendorong kemajuan Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Blitar pun berharap pola kemitraan ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.

Jika koperasi dan petani berjalan beriringan, pertanian tak hanya menjadi sektor tradisional, tetapi juga kekuatan ekonomi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing—dimulai dari sawah-sawah Wlingi yang pagi itu penuh harap. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...
KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...
MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...
KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...