Rabu
30 September 2026 | 10 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Tulungagung, Puti Kunjungi Sentra Warkop ‘Cethe’

pdip-jatim-puti-warkop-cethe1

TULUNGAGUNG – Berkunjung ke Tulungagung tidak lengkap rasanya, kalau belum nyeruput kopi cethe. Karena itu, Cawabup Puti Guntur Soekarno pun menyempatkan diri mampir di salah satu sentra ekonomi kreatif khas masyarakat Tulungagung tersebut, Selasa (27/2/2018).

Di sela safari kampanye Pilgub Jatim, Puti datang ke warung kopi (warkop) milik Pak Yun, satu di antara sekitar 60 warkop yang ada di Desa Bolorejo, Kauman, Tulungagung.

Hampir tiap hari, utamanya di malam hari, warkop-warkop di desa ini selalu dipenuhi pengunjung yang didominasi anak-anak muda. Mereka menikmati kopi sambil memainkan smartphone.

Di desa yang sama, cawagub pendamping Cagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilkada Jatim 2018 itu juga mencicipi kopi di Warkop Mak Waris.

Di Warkop P Yun, Puti mencicipi kopi hijau khas Tulungagung, yang rasa dan aromanya memang beda dengan kopi pada umumnya.

Apalagi, bagi para perokok, ampas (endapan/cethe) kopi ini bisa jadi bahan olesan di batang rokok dengan motif tertentu. Lalu, sambil ngopi, mereka menikmati sensasi rokok dengan olesan cethe tersebut, yang beraroma kopi bakar.

Ditemani calon bupati Tulungagung petahana Syahri Mulyo, Puti begitu teliti mengamati dan menanyakan ikhwal seputar kopi hijau kepada P Yun, pemilik warkop. “Aroma kopinya memang beda. Enak dan khas rasanya,” ucap Puti, setelah nyeruput kopi.

Beberapa tahun belakangan, kopi menjadi komoditas penting dalam pertumbuhan ekonomi kreatif. Tidak hanya untuk keperluan rumah tangga, atau disajikan di warung-warung, tetapi telah disajikan pada kedai dan gerai, mal, dan hotel-hotel mewah.

Di Tulungagung sendiri, menurut Syahri Mulyo, warkop cethe maupun kedai dan cafe kopi sudah menjamur di hampir pelosok, bahkan sampai kampung-kampung. Dia menyebut, warung dan cafe kopi ini bisa mencapai 3 ribu-an tempat.

Puti mengapresiasi warkop-warkop yang banyak bermunculan di Tulungagung. Menurutnya, warkop-warkop itu sebagai bentuk geliat ekonomi kreatif di masyarakat yang tidak kalah dengan usaha lainnya.

Malah hasilnya bisa mengangkat ekonomi warga dari usaha membuka warkop ini. Seperti yang diungkapkan P Yun, dalam sehari rata-rata warkopnya memperoleh penghasilan bersih di kisaran Rp 500 ribu.

Sebelumnya, Puti juga bertemu dengan anak-anak muda di sebuah kafe di Ngronggo Water Front. Puti sempat ngobrol seputar ekonomi kreatif bersama para netizen Tulungagung itu.

Cucu proklamator RI ini pun menceritakan tentang aneka jenis kopi dari berbagai daerah di Nusantara. Ada kopi Aceh, Toraja, Jawa, Kintamani, dan Papua, dan masih banyak lagi.

“Ini semua hasil bumi, dari kekayaan Nusantara. Kemudian, karena kreativitas anak-anak zaman now, bisa diracik, bisa diolah, menjadi sajian yang menyenangkan. Kopi telah menggerakkan ekonomi kreatif kita,” tutur Puti.

Selain nyeruput kopi, Puti juga sempat mencoba membuat hiasan busa kopi atau yang dikenal dengan latte art. “Saya mencoba bikin latte art, bentuk hati, ternyata sulit sekali ya. Tapi jadi lho bikinan saya,” ujarnya sambil tertawa. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Anas Karno: Disiplin ASN dan PPPK Harus Berlaku Sama, Jangan Tebang Pilih

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, menekankan standar kedisiplinan harus berlaku sama ...
KRONIK

Wabup Antok Takziah di Rumah Duka Korban Kapal Virgo, Sampaikan Belasungkawa

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko bertakziah ke rumah duka Doddy Soemarno, warga Desa Klitik, Kecamatan ...
KRONIK

Buka Akses Udara, Bupati Fauzi Siapkan Pembangunan Air Strip di Pulau Masalembu

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menyiapkan pembangunan air strip di Pulau Masalembu untuk membuka ...
LEGISLATIF

Erma Susanti: Pengaturan Reses Harus Akomodasi Geografis Jatim, Tetap Efektif dan Akuntabel

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menilai pengaturan kegiatan reses yang mendapat hasil fasilitasi ...
KRONIK

Mengusung Konsep Baru, “Gandrung Sewu Banyuwangi” Dilaksanakan Malam Hari

BANYUWANGI – Gelaran tari kolosal Gandrung Sewu akan digelar dengan konsep baru pada 24 Oktober 2026. Untuk pertama ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta Pengawasan Stunting di Kota Batu Diperkuat, Jangan Berhenti Seremonial

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu Asmadi meminta pengawasan penanganan stunting diperkuat agar intervensi tidak ...