oleh

Di Jatim, Kader NU Punya Basis Massa Kuat

pdip-jatim-kusnadi-shSURABAYA – PDI Perjuangan membuka peluang besar bagi kader Nahdlatul Ulama (NU) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018. Pasalnya, wilayah Jatim merupakan basis kalangan Nahdliyin.

“Realistisnya seperti itu, dan diakui kader NU memiliki basis massa kuat,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi ketika dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Menurut dia, basis massa NU di Jatim masih tidak tertandingi dan terbukti selama ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat. “NU sebagai ormas memang dalam sejarahnya berasal dari Jatim sehingga kami yakin dan diakui semua pihak bahwa NU masih punya peran luar biasa terhadap bangsa ini,” ucapnya.

Meski demikian, sebut Kusnadi, pihaknya masih belum terlalu konsentrasi ke Pilkada Jatim yang masih akan berlangsung dua tahun lagi. Saat ini, PDI Perjuangan lebih memfokuskan pada Pilkada Kota Batu 2017.

“Pembahasan dan tindak lanjut Pilkada Jatim tetap dilakukan. Tapi fokus kami masih di Pilkada Kota Batu tahun depan,” jelas pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut.

Selain itu, tambah Kusnadi, soal kandidat calon gubernur yang akan diusung dalam Pilkada Jatim tergantung keputusan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. “Sepenuhnya otoritas ketua umum dan kami hanya melaksanakan proses-proses berikutnya. Yang pasti, apapun keputusannya akan dijalankan,” tandas dia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat berkunjung di Jatim menyebutkan, bahwa PDI Perjuangan siap membuka diri dengan NU karena memiliki basis massa kuat dan merasakan bagaimana peran NU selama ini.

“Kami membuka jembatan komunikasi dengan NU, sedangkan terkait siapa yang dicalonkan akan ada pembahasan lebih jauh,” katanya.

NU, kata dia, sebagai sebuah kekuatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan sangat penting sehingga PDIP akan mendengarkan dan membangun tali persaudaraan, serta kerja sama dengan keluarga NU.

“Kami menyadari bagaimana kekuatan dan aspirasi yang diberikan oleh NU. Tapi kerja sama strategis wajib dilakukan. Namun terlalu dini menyebut nama kandidat,” ucapnya. (goek/*)