Minggu
25 Oktober 2026 | 3 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Banyuwangi, Warga Satu Kampung Idolakan Jokowi

penjual jamu gendong-baliho jokowi

penjual jamu gendong-baliho jokowiBANYUWANGI– Selembar spanduk bergambar calon presiden dan calon wakil presiden dari poros koalisi PDI Perjuangan Joko Widodo-Jusuf Kalla tersebut terbentang di atas gapura Kelurahan Temenggungan, Banyuwangi, Jawa Timur. Spanduk itu menjadi penanda daerah yang ditetapkan warganya menjadi kampung pendukung calon urut nomor dua itu.

Sepanjang jalan masuk kampung, berderet umbul-umbul dan ratusan bendera PDIP dan Partai Nasional Demokrat yang menjadi partai penyokong Jokowi-Jusuf Kalla. Di tengah kampung warga mendirikan sebuah posko berukuran 3 x 2,5 meter yang penuh bercat merah. “Ini semua dikerjakan dan dibiayai oleh warga,” kata Slamet Utomo, salah satu relawan Jokowi-Jusuf Kalla, Kamis 12 Juni 2014.

Slamet bercerita, warga bersepakat kampungnya menjadi kampung Jokowi sejak 4 Juni 2014. Disebut demikian, karena 99 persen dari 2.789 jiwa penduduknya mengidolakan Jokowi. Bahkan dalam setiap Pemilu, partai bermoncong putih selalu unggul di kampung yang bersebelahan dengan Pendopo Kabupaten Banyuwangi ini.

Warga, kata Slamet, secara sukarela menyumbang kebutuhan kampung Jokowi. Mulai bambu, tenda, cat, baliho, serta berbagai makanan. Setiap hari, posko Jokowi juga penuh dengan warga dan relawan yang berdikusi tentang perkembangan kampanye terkini. “Setelah liat tv, kami berdiskusi di posko,” kata Slamet.

Ribut Sugiyanto, salah satu warga Temenggungan, mengatakan, dia mengidolakan Jokowi karena sederhana. “Jokowi sering turun ke masyarakat,” kata wiraswasta ini. Menurut dia, banyaknya kampanye hitam yang menjelekkan Jokowi tidak menggoyahkan pilihannya. “Kampanye hitam hanya di tingkat elit, pilihan kami tetap Jokowi,”katanya.

Susiyati, warga lainnya, mengatakan, mengidolakan Jokowi sejak dia menjadi Walikota Solo. Menurutnya, Jokowi berasal dari orang biasa sehingga dianggap mampu memecahkan permasalahan masyarakat. “Jokowi itu kalau pidato ndak pernah muluk-muluk,” katanya.

Senada dengan Ribut, Susiyati pun tidak terpengaruh dengan banyaknya kampanye hitam yang menyerang Jokowi. “Pilihan saya sudah mantap,” kata ibu rumah tangga ini.

Redaktur : Farah Alighazni

Sumber: dakta

Foto: Penjual jamu yang tergabung dalam Paguyuban Mbakyu Jamu Gendong melintas di depan poster Jokowi saat melakukan aksi dukungan kepada Capres-Cawapres, Jokowi-Kalla saat car free day di Bundaran HI, Jakarta (08/06). TEMPO/Dasril Roszandi

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bunda Nia Lepas Karnaval PAUD, Ajak Orang Tua Perkuat Pendidikan Karakter Anak

SUMENEP – Bunda PAUD Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengajak orang tua dan masyarakat untuk memperkuat ...
KABAR CABANG

Merah Muda Fest, PDIP Surabaya Ajak 200 Anak Muda Bersihkan Pantai Kenjeran

SURABAYA – Sekitar 200 anak muda mengikuti aksi bersih-bersih pantai dan laut Kenjeran yang digelar DPC PDI ...
LEGISLATIF

6.000 Liter Pertalite Masih di Tangki, Guntur Wahono Desak Pengawasan BBM Diperketat

SURABAYA – Pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Jawa Timur perlu diperketat menyusul temuan sekitar 6.000 liter ...
KABAR CABANG

DPC PDIP Magetan Buka Water Station Napak Tilas, Usul Festival Sejarah untuk Anak Muda

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan membuka water station untuk mendukung peserta Napak Tilas dalam ...
KABAR CABANG

Antusias Ikuti Pembekalan Ideologi, Pengurus PDIP Sukowono Ziarah ke Makam Bung Karno

JEMBER – Pengurus PDI Perjuangan Kecamatan Sukowono, Jember, mendapat kesempatan berziarah ke makam Presiden ...
KRONIK

Tutup Kegiatan Mentor Sebaya SDIT Al-Uswah, Ansari Tekankan Pendidikan Karakter sejak Dini

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia ...