
BATU – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko akan menolak kunjungan kerja (kunker) ke Pemkot Batu jika rombongan tamu tidak menginap di hotel yang berada di Kota Batu.
Berdasarkan pengalamannya selama ini, Dewanti selalu mendengar tamu yang mengadakan kunjungan kerja di Kota Batu, menginapnya di hotel di Kota Malang. Padahal, di Kota Batu tersedia hotel yang bisa menampung para tamu.
Menurut Dewanti, Pemkot Batu sering sekali mendapat kunjungan kerja dari berbagai pihak. Ketika ditanya, orang yang berkunjung menginap di mana? Jawabannnya, kebanyakan menginap di hotel Kota Malang.
“Akhirnya saya berpikir, kenapa tidak menginap di Hotel Batu? Mulai hari ini, siapapun yang melakukan kunjungan kerja ke Kota Batu harus menginap di hotel yang berada di Kota Batu,” kata Dewanti saat memberi sambutan di acara pelantikan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batu di Hotel Senyum, Kamis (6/2/2020).
Dewanti menyebut, banyaknya orang menginap di Kota Malang juga dampak dari banyaknya orang mau berwisata ke Kota Batu. Menurutnya, hotel-hotel di Kota Batu masih mampu menampung para tamu yang berwisata ataupun melakukan kunker ke Pemkot Batu.
Bahkan, pemandangan dari hotel yang berada di Kota Batu jauh lebih bagus karena berada di daerah perbukitan.
Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi sepakat dengan imbauan Dewanti. Menurut Sujud, hotel-hotel di Kota Batu kapasitasnya sangat banyak.
Hotel-hotel yang tergabung di PHRI Kota Batu saja memiliki cakupan hingga 3.000 kamar. “Saya sepakat imbauan itu. Kalau kamarnya sepi, bisa jebol hotel,” ujar Sujud.
Dia menyebutkan, banyaknya orang memilih menginap di Kota Malang karena fasilitas umumnya lebih banyak di sana. Sedangkan di Kota Batu belum sebanyak seperti Kota Malang.
“Misal seperti mall. Kalau di Malang banyak juga hotel yang tarifnya jauh lebih murah. Mereka memiliki jaringan di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Dengan jaringan yang luas, para tamu undangan bisa mengakses dengan mudah sehingga pemesanan pun mudah dilakukan sebelum berangkat ke lokasi tujuan.
Sedangkan di Kota Batu, hotel-hotelnya banyak yang berdiri sendiri, belum memiliki jaringan seluas seperti di Kota Malang.
“Seperti Hotel Senyum ini dan Selecta yang independen. Kami kalah manajerialnya. Kalau semua tamu Pemkot Batu menginap di Batu ya kami mendukung itu,” paparnya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS








