SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mengingatkan para pemudik agar tidak nekat berkendara dalam kondisi lelah atau tidak fit. Ia menegaskan, memaksakan diri di perjalanan bisa berujung fatal dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas saat arus mudik Lebaran 2026.
“Perlu tubuh yang prima untuk mudik. Ini salah satu cara menekan kecelakaan lalu lintas saat Lebaran,” ujar Dewanti, Selasa (17/3/2026).
Ia menyoroti masih banyak pemudik yang mengabaikan kondisi tubuh demi cepat sampai ke kampung halaman. Padahal, menurutnya, faktor kelelahan dan menurunnya konsentrasi menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan, bukan semata karena kendaraan.
“Kalau tubuh tidak sehat, jangan dipaksakan. Dampaknya langsung ke keselamatan di jalan,” tegas perempuan yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu.
Dewanti mengingatkan, berkendara dalam kondisi mengantuk atau kelelahan dapat memperlambat respons dan mengganggu fokus, sehingga risiko kecelakaan meningkat drastis. Karena itu, ia meminta pemudik untuk lebih disiplin mengatur ritme perjalanan, termasuk menyediakan waktu istirahat yang cukup.
“Idealnya setiap tiga sampai empat jam harus berhenti untuk istirahat. Gunakan rest area untuk peregangan ringan agar tubuh tetap segar,” tuturnya.
Selain itu, ia juga mendorong pemudik untuk merencanakan perjalanan dengan matang, mulai dari waktu tempuh hingga kebutuhan selama di perjalanan, agar tidak kelelahan di tengah jalan.
Dewanti berharap, kesadaran pemudik dalam menjaga kondisi fisik bisa menjadi kunci menekan angka kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2026, sehingga perjalanan pulang kampung tetap aman dan sampai tujuan dengan selamat. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










