Senin
03 Agustus 2026 | 11 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Deni Wicaksono Soroti Kualitas MBG Selama Ramadan, Minta Satgas Jatim Perketat Pengawasan

pdip jatim 250917 DW 2

SURABAYA — Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menyoroti sejumlah temuan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Jawa Timur, termasuk kasus roti berjamur dan telur rebus yang masih terdapat kotoran ayam di Kabupaten Magetan.

Menurut Deni, temuan tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh Satuan Tugas (Satgas) MBG Jawa Timur karena berpotensi terjadi di daerah lain jika pengawasan tidak diperketat.

“Kasus di Magetan ini harus segera disikapi. Satgas tidak boleh hanya menjadi struktur administratif tanpa pengawasan nyata di lapangan,” ujar Deni di Surabaya, Jumat (27/2/2026).

Ia mengungkapkan, selain temuan telur yang tidak layak konsumsi, pihaknya juga menerima sejumlah aduan masyarakat terkait kualitas menu MBG selama Ramadan.

Baca juga: Soroti Temuan di Magetan, Diana Sasa Minta Evaluasi Produksi dan Distribusi MBG

Beberapa laporan menyebutkan makanan yang dibagikan dinilai belum memenuhi standar gizi yang layak dan diduga tidak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan.

“Ini persoalan serius. Jika benar terjadi penurunan kualitas atau ketidaksesuaian harga, berarti ada masalah pada pengawasan dan kontrol distribusi di tingkat pelaksana,” tegasnya.

Sebagai fungsi pengawasan legislatif, Deni meminta Satgas MBG di daerah lebih aktif melakukan monitoring lapangan, verifikasi kualitas makanan, serta audit sederhana terkait kesesuaian menu dengan pagu biaya program.

Legislator yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini menegaskan, program yang menggunakan anggaran negara dan menyangkut pemenuhan hak gizi masyarakat harus dijalankan secara akuntabel dan transparan.

“Program yang menyangkut hak gizi masyarakat tidak boleh lepas dari akuntabilitas. Pengawasan harus benar-benar berjalan,” ujarnya.

Deni juga mendorong evaluasi terbuka terhadap setiap laporan masyarakat yang masuk melalui kanal resmi Badan Gizi Nasional, termasuk memastikan adanya langkah korektif di tingkat daerah melalui Satgas MBG.

“Pengawasan ketat perlu dilakukan agar tujuan baik program pemerintah pusat tidak tercoreng oleh lemahnya kontrol di lapangan. Ini soal hak gizi masyarakat,” pungkas legislator dari Daerah Pemilihan Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, dan Trenggalek tersebut.

Diketahui, polemik pelaksanaan MBG selama Ramadan mencuat setelah ditemukan paket makanan berisi roti berjamur serta telur rebus yang cangkangnya masih berlumur kotoran ayam di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan.

Temuan tersebut memicu kekhawatiran publik terkait sistem pengendalian mutu pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tingkat daerah dan ramai diperbincangkan di media sosial. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan Soroti Raperda Pengawasan Gedung hingga Penguatan BUMDes

KABUPATEN PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengajukan empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) non-APBD ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Usulkan Setiap Kelurahan Miliki Peralatan Normalisasi Saluran Air

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya merekomendasikan agar seluruh 153 kelurahan memiliki satu paket peralatan dasar untuk ...
LEGISLATIF

Abrari Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Pelayaran usai Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Abrari mendesak evaluasi menyeluruh sistem keselamatan transportasi laut ...
KRONIK

KONI Trenggalek Siap Jembatani Kejuaraan Renang Pelajar Digelar Secara Kontinyu

KONI Trenggalek siap menjembatani penyelenggaraan kejuaraan renang antarpelajar secara kontinyu untuk mencetak ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Dorong Guru Tanamkan Moderasi Beragama dalam Pembelajaran

Ketua Bapemperda DPRD Jatim Yordan Batara Goa mendorong guru mengintegrasikan moderasi beragama dalam pembelajaran ...
SEMENTARA ITU...

Pemkab Blitar Usulkan Barongan Kucingan Blitaran Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pemkab Blitar mengusulkan Barongan Kucingan Blitaran menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sebagai upaya ...