Minggu
14 Juni 2026 | 5 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dalam 5 Tahun, Jokowi akan Bangun 49 Bendungan

pdip jatim - jokowi JK - gubernur - istana bogor

pdip jatim - jokowi JK - gubernur - istana bogorJAKARTA – Presiden Joko Widodo ingin kualitas pertanian Indonesia meningkat. Salah satunya caranya dengan membangun puluhan bendungan dalam lima tahun ke depan.

“Kami ingin selama lima tahun bangun 30 bendungan. Tapi baru setengah (gubernur yang bicara), semuanya ingin bendungan. Sehingga sekarang akhirnya kita putuskan jadi 49 bendungan,” ucap Jokowi, Senin (24/11/2014).

Hal ini disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela bertemu dengan para gubernur se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Jokowi, para gubernur yang hadir menyambut baik rencana pembangunan bendungan itu. Bahkan Jokowi baru meminta pendapat setengah peserta, semua yang hadir sudah menyetujui rencana itu.

Di pertemuan itu Jokowi juga melakukan sikronisasi antara program pusat dengan keinginan daerah. Menurutnya pertemuan semacam ini akan rutin dilakukan, bisa bulanan atau mingguan.

“Supaya bisa saling sinkron antara program pusat dan juga keinginanan dari daerah dan bisa nyambung,” ujar Jokowi.

Pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi mempercepat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur terutama yang berkenaan dengan peningkatan kualitas pertanian. Salah satu yang menjadi fokus adalah pembangunan bendungan yang masuk dalam program Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum (Pera-PU).

Kemenpera-PU merencanakan pembangunan 11 bendungan pada tahun 2015. Dari 11 bendungan tersebut, 5 di antaranya akan mulai pencanangan atau groundbreaking pada awal 2015. Adapun lokasi di antaranya berada di Kerto-Aceh, Karian-Banten, Logung-Kudus, Laknamo-NTT, Lolak-Sulawesi Utara.

Keberadaan bendungan memang sangat diperlukan oleh petani di seluruh Indonesia untuk menjamin keberlanjutan usaha pertanian dan kedaulatan pangan nasional.

Tanpa infrastruktur bendungan, para petani sangat rentan terhadap bencana kekeringan. Akibatnya, produksi petani akan terganggu dan harga komoditi pertanian juga akan meroket manakala terjadi bencana kekeringan. (Detik)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ketika 1.128 Pelari Soekarno Fun Run Menulis Cerita di Aspal Jember

Soekarno Fun Run 2026 di Jember menghadirkan rekor baru, kejutan dari pelari Gen Alpha, hingga kisah keberuntungan ...
KRONIK

Olahraga Tradisional Ramaikan Bulan Bung Karno di Alun-alun Merdeka Ngawi

NGAWI – Suasana Alun-alun Merdeka Ngawi tampak semarak pada Minggu (14/6/2026). Ratusan pelajar tingkat SD hingga ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Usulkan Percepatan Proyek Jembatan Kaliombo I agar Tak Ganggu Aktivitas Warga

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengusulkan percepatan proyek revitalisasi Jembatan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Siap Copot Kepala Dinas Jika Ada Kelalaian Proyek yang Tewaskan Warga

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendatangi rumah duka korban kecelakaan di kawasan proyek saluran air Margorejo. Eri ...
KRONIK

PDIP Jatim Dorong Duet Indah-Yudha Tetap Dipertahankan Pimpin Lumajang

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menilai hubungan eksekutif dan legislatif di Kabupaten ...
KABAR CABANG

Ketika Musik, Tari, dan Semangat Bung Karno Menyatu di Lereng Semeru

Kolaborasi musik dan tari membuka pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Lumajang di Glagah Arum. Jingle Menang ...